Pelantikan PC IPNU & IPPNU, Abah Sanusi Ajak Kader Jadi Penggerak Perubahan dan Kuasai Teknologi

IMG-20260426-WA0130

LINGKARMEDIA.COM – Bupati Malang, Drs. H. M Sanusi, M. M, menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XXI dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XX Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Minggu (26/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi itu menegaskan pentingnya peran kader pelajar Nahdlatul Ulama sebagai penggerak perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam penguasaan teknologi.

Pelantikan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran tingkat cabang Kabupaten Malang, perwakilan pengurus wilayah IPNU-IPPNU Jawa Timur, serta ratusan kader dari berbagai kecamatan hingga desa. Momentum ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah organisasi selama dua tahun ke depan, di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/gp-parmusi-kabupaten-malang-pelantikan-kepala-dlh-sesuai-prinsip-meritokrasi/

Dalam sambutannya, Sanusi menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kader IPNU dan IPPNU harus mampu menunjukkan kualitas diri, tidak hanya dalam aktivitas organisasi, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang konkret.

“Pelantikan ini adalah amanah besar. Kalian bukan hanya mengenakan atribut organisasi, tetapi membawa harapan masyarakat. Jadilah kader yang mampu memberi solusi atas persoalan yang ada,” ujar Sanusi.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Lebih lanjut, ia menyebut IPNU dan IPPNU sebagai representasi generasi muda Nahdlatul Ulama yang akan menentukan arah masa depan organisasi di tingkat daerah. Sebagai organisasi pelajar dengan basis massa besar, keduanya memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, toleran, dan inklusif.

Sanusi juga menyoroti pentingnya penguatan karakter dan integritas sebagai fondasi kepemimpinan. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada para pengurus yang baru dilantik. Pertama, menjaga kejujuran dan kedisiplinan dalam setiap aktivitas. Kedua, meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, memperkuat solidaritas internal agar organisasi tetap solid dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat.

Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/

Menurutnya, generasi muda saat ini berada dalam arus perubahan yang sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, kader IPNU dan IPPNU dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk berdakwah, belajar, dan mengembangkan potensi diri.

“Jangan sampai kalian tertinggal. Kader NU harus berada di garis depan dalam literasi digital. Kuasai teknologi, pahami informasi, dan gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” tegasnya.

Selain itu, Sanusi juga mendorong agar kepengurusan IPNU-IPPNU lebih kreatif dan inovatif dalam merancang program kerja. Ia menilai bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menjangkau generasi muda saat ini. Oleh karena itu, organisasi perlu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan Generasi Z dan milenial.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Pemanfaatan media sosial, menurutnya, menjadi salah satu kunci penting dalam memperluas jangkauan dakwah dan aktivitas organisasi. Ia mengajak para kader untuk aktif memproduksi konten positif yang mampu menangkal penyebaran hoaks dan paham radikal yang kerap menyasar kalangan pelajar.

Dalam konteks ini, peran IPNU dan IPPNU tidak hanya terbatas pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Dengan pendekatan yang tepat, kader pelajar NU dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.

Lebih jauh, Sanusi membuka peluang kolaborasi antara IPNU-IPPNU dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung berbagai program kepemudaan yang digagas oleh organisasi pelajar NU, mulai dari pelatihan kewirausahaan, kampanye anti-narkoba, hingga gerakan peduli lingkungan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan akan mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia percaya bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan akan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan daerah.

Namun demikian, Sanusi mengingatkan agar setiap inovasi dan langkah yang diambil tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai-nilai moral serta budaya.

“Teknologi boleh maju, tetapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Kader NU harus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin serta semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini juga menjadi momen emosional bagi para kader yang baru dilantik. Tempat yang sarat dengan nilai sejarah tersebut menjadi saksi komitmen mereka dalam mengemban amanah organisasi.

Sanusi menyampaikan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan oleh kader IPNU dan IPPNU memiliki nilai ibadah sosial. Ia berharap para pengurus dapat menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

“Setiap langkah kalian adalah bagian dari pengabdian. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, organisasi ini akan menjadi kekuatan besar, tidak hanya dalam struktur NU, tetapi juga dalam mendukung kemajuan daerah,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Sanusi menitipkan harapan besar kepada para kader pelajar NU. Ia berharap mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi muda di Kabupaten Malang.

“Jalankan amanah ini dengan penuh semangat. Bekerjalah dengan hati, dan berikan yang terbaik untuk Kabupaten Malang. Semoga setiap pengabdian ini menjadi amal baik yang bernilai di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Pelantikan ini menjadi awal perjalanan baru bagi IPNU dan IPPNU Kabupaten Malang untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

 

Penulis: Putra

Editor: Samsu