Tulang Punggung Perekonomian, 4000 PMI Asal Jatim di Jepang
LINGKARMEDIA.COM – Minat dan penyerapan tenaga kerja asal Jawa Timur ke Jepang terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Penguatan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jepang menjadi faktor utama meningkatnya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim di Negeri Sakura.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur mencatat sekitar 1.983 Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur bekerja di Jepang pada 2024. Jumlah tersebut meningkat pada 2025 menjadi sekitar 3.000 hingga 4.000 orang.
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu menyatakan bahwa kerja sama Jepang dan Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif yang mencakup berbagai sektor, termasuk ketenagakerjaan.
“Kerja sama kedua negara tak lagi hanya dari sektor ekonomi, budaya, pendidikan, keamanan, namun meluas ke sektor ketenagakerjaan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Takonai di Surabaya, (11/2/2026).
Takonai menilai kehadiran warga negara Indonesia yang bekerja di Jepang tidak hanya memastikan ketersediaan tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian, melainkan juga memperkuat hubungan kedua negara. Ia menyebut hubungan Jepang dan Indonesia sangat kuat, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Dirinya menuturkan banyaknya tenaga kerja asal Jawa Timur yang menjadi tulang punggung perekonomian di Jepang menunjukkan adanya kerja sama yang baik dan kuat antara kedua pihak.
“Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang mendapatkan keterampilan juga di sana, jadi hubungan ini saling membantu dan menguntungkan kedua negara,” kata Takonai.
Data Oktober tahun 2019, tercatat bahwa jumlah tenaga kerja asing dari berbagai negara di Jepang mencapai total 1.658.804 orang. Jumlah ini meningkat sebesar 13,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan menjadi rekor tertinggi menurut data pemerintah. Sejak 12 tahun terakhir jumlah ini terus menerus meningkat, karena banyak perusahaan yang kesulitan untuk mencari tenaga kerja lokal di tengah penurunan populasi penduduk asli Jepang.
Selain kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang, hubungan kedua wilayah juga tercermin dari aktivitas investasi dan operasional perusahaan Jepang di Jawa Timur.
Kerja sama ekonomi antara Jepang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terlihat dari sekitar 150 perusahaan Jepang yang beroperasi di wilayah tersebut.
Sejumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Jawa Timur antara lain PT Ajinomoto Indonesia, PT Yakult Indonesia Persada, PT Uni-Charm Indonesia, PT Otsuka Indonesia, PT Meiji Indonesia, PT Nihon Seiki, dan PT Surabaya Autocomp Indonesia.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, investasi Jepang melalui Penanaman Modal Asing ke Jawa Timur sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 84,1 triliun. Investasi tersebut mampu menyerap sekitar 178.000 tenaga kerja di provinsi itu.
Peningkatan penempatan PMI ke Jepang dan derasnya investasi menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Jepang, khususnya dengan Jawa Timur, semakin solid dan berorientasi jangka panjang.
Penulis: Tim Ekopol
Editor: Ramses








