Tiga Mahasiswa UMM Riset Praktek Model Kolaborasi Hexahelix
Kota Batu, lingkarmedia.com – Dalam rangka pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Skema Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025, Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) menurunkan mahasiswanya untuk melakukan penelitian terhadap penanganan problem sampah di tempat pembuangan sementara di Kota Batu.
Kegiatan yang berfokus pada proses penanganan serta isu-isu terkait sampah ini mengangkat tema “Mengungkap praktek model kolaborasi Hexahelix dalam mendukung keberlanjutan TPST (Studi pada KSM TPST 3R Malang Raya)”.
Di bawah Dosen Pembimbing, Tri Wahyu Oktavendi, S.E., M. SA, ketiga orang mahasiswa dari 5 orang yang tergabung dalam tim ini melakukan riset serta penelitian secara langsung dengan dialog dengan beberapa awak media di Desa Pesanggrahan Kota Batu pada Rabu (20/8/2025) siang.

Ketiga mahasiswa tersebut diantaranya, dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Diyana Wulandari semester 4 dan Naila Hafinatun, semester 3. Sedangkan Muhammad Aqil Muamar, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) semester 4, mereka berdialog secara langsung dengan awak media.

Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih 1 jam ini, mengungkap berbagai persoalan sampah mulai dari isu yang berkembang hingga pada pengelolaannya serta kendala atau hambatan yang dialami pengelola TPST 3R dan komunitas masyarakat yang peduli terhadap sampah khususnya yang ada di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Dari berbagai persoalan yang terkuak, menarik jadi perhatian penelitian mereka lebih pada bagaimana kolaborasi antara pemangku kebijakan dengan berbagai stakeholder dalam penanganan persoalan sampah di Kota Batu.
Menurut Diyana, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, bahwa penelitian yang dilakukan bersama rekan-rekan sebagai bahan mengikuti lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PINMAS) 2025 yang diadakan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti) dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM).

“kami ikuti adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Riset Sosial Humaniora (RSH). Pada PKM-RSH ini mahasiswa diharapkan mampu mengkritisi fenomena sosial humaniora yang ada di masyarakat dengan pendekatan keilmuan, menggunakan metode yang tepat dalam mencari informasi, menganalisis informasi menggunakan teori, dan memberikan jawaban atas permasalahan yang ada dari fenomena tersebut”, terangnya.
Lebih lanjut, Diyana mengaku saat ini yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan skema pendanaan. “Dimana tahap ini hanya bisa dilaksanakan oleh kelompok yang berhasil lolos ke tahap pendanaan, pelaksanaan akan dilakukan selama 4 bulan yaitu pada Juli sampai Oktober 2025”.
” Setelah tahap pelaksanaan skema pendanaan selesai, maka tahap selanjutnya adalah tahap Pelaksanaan Penilaian Kemajuan Program PKM (PKP2) secara daring pada Oktober akhir. Seiring dengan berjalannya PKP2 maka mahasiswa juga diwajibkan untuk mengunggah luaran PKM yaitu terdiri dari laporan kemajuan, laporan akhir, artikel ilmiah, dan media sosial. Kemudian pada bulan November akan diumumkan kelompok yang lolos untuk menjadi peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PINMAS) 2025″, ungkapnya.
Dalam lomba yang diikuti berbagai Kampus se Indonesia ini memperebutkan medali dan sertifikat dari Kemendikti bagi peserta yang lolos dalam PINMAS.
(Ji)








