Jembatan Gantung Curah Banteng Kelurahan Temas Diresmikan

IMG_20260616_183400

LINGKARMEDIA.COM – Warga RW 9 dan RW 10 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu kini memiliki akses penghubung yang lebih mudah dan aman setelah diresmikannya jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Curah Banteng, Selasa (16/6/2026).

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang diprakarsai oleh Vertical Rescue Indonesia (VRI) bersama CEO Simply Wellness Indonesia, PT Pegadaian, Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti), Asian Chinese Youth Association, Kelurahan Temas, serta Pemerintah Kota Batu.

Keberadaan jembatan ini menjadi solusi bagi masyarakat setempat yang selama bertahun-tahun harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah, tempat kerja, maupun pusat kegiatan ekonomi warga.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/koni-kota-batu-gelar-tes-kebugaran-atlet-matangkan-persiapan-menuju-porprov-x-jawa-timur-2027/

Pembina Vertical Rescue Indonesia (VRI), Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, S.Sos., mengatakan bahwa jembatan di Kelurahan Temas merupakan jembatan gantung ke-261 yang berhasil dibangun oleh VRI di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut dilakukan melalui semangat gotong royong dan dukungan pendanaan dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jembatan gantung secara swadaya yang diinisiasi Vertical Rescue Indonesia ini merupakan jembatan yang ke-261. Saat ini pembangunan jembatan ke-262 sedang berlangsung di Maluku Utara, sedangkan jembatan ke-263 berada di Sulawesi. Kami mencanangkan pembangunan hingga 1.000 jembatan sebagai bagian dari ekspedisi pembentangan jembatan di seluruh Nusantara,” ujar Putranto dalam konferensi pers usai peresmian.

Ia menjelaskan, program pembangunan jembatan gantung tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya daerah di Indonesia yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Dengan adanya jembatan tersebut, Putranto berharap aktivitas warga menjadi lebih efisien serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

“Sebelumnya warga harus berputar cukup jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap jembatan ini benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Putranto menegaskan bahwa VRI bersama para relawan hanya berperan sebagai penggagas yang berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berbahagia bisa terus memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa. Kami hanya menjadi penggagas bersama teman-teman yang memiliki kepedulian yang sama,” tambahnya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Sementara itu, Wali Kota Batu, H. Nurochman, SH., MH., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan gantung tersebut.

Menurut Nurochman, keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai yang sangat besar bagi masyarakat, terutama karena mampu menjawab kebutuhan warga yang selama ini belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh pemerintah.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Kota Batu, khususnya warga Kelurahan Temas di RW 9 dan RW 10, mengucapkan terima kasih kepada Vertical Rescue Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi nyata bagi masyarakat kami,” ujar Nurochman.

Ia mengakui bahwa bantuan pembangunan jembatan tersebut hadir di saat masyarakat sangat membutuhkannya.

“Alhamdulillah, di tengah kebutuhan masyarakat beliau hadir. Di tengah kami belum bisa menjangkau, beliau hadir. Tentu ini menjadi jembatan yang sangat bernilai bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Lebih lanjut, Nurochman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberlanjutan manfaat dari sebuah pembangunan tidak hanya bergantung pada proses pembangunan semata, tetapi juga pada komitmen dalam pemeliharaan sarana yang telah tersedia.

“Tentu menjadi kewajiban kami di wilayah Kota Batu. Ketika sudah ada bantuan nyata dari VRI dan Asian Chinese Youth Association yang memberikan dukungan, maka kami memiliki kewajiban untuk merawatnya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.

“Komitmen kami seperti itu sebagai bentuk kerja sama yang baik antara pihak yang menginisiasi dan kami yang menerima manfaat di Kota Batu,” imbuh Nurochman.

Di sisi lain, Ketua Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti), Helga Abraham, menjelaskan bahwa dukungan organisasinya terhadap pembangunan jembatan gantung tersebut didasari oleh keinginan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses yang lebih baik.

Helga mengungkapkan bahwa pihaknya mengenal sosok A.M. Putranto dan mengetahui berbagai program pembangunan jembatan yang telah dilakukan oleh VRI di sejumlah daerah.

“Kami mengenal Bapak Jenderal A.M. Putranto dan mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap jembatan. Karena kami tidak memiliki sumber daya manusia yang mampu membangun jembatan, sedangkan beliau memiliki tim yang kompeten, maka kami memilih membantu dari sisi pendanaan,” kata Helga.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Helga berharap jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

“Kami berpesan agar jembatan yang dibangun ini dijaga dengan baik. Semoga akses yang lebih mudah ini dapat membantu masyarakat, termasuk anak-anak yang pergi ke sekolah maupun warga yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan jembatan di berbagai wilayah dilakukan murni atas dasar kemanusiaan dan kepedulian sosial tanpa muatan politik.

“Kami akan terus mendukung dan mensupport program pembangunan jembatan di mana pun dibutuhkan. Ini murni untuk membantu masyarakat tanpa ada unsur politik di dalamnya,” tegas Helga.

Peresmian jembatan gantung Curah Banteng ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Pembina VRI Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto yang juga menjabat Komisaris Utama PT Pegadaian, CEO Simply Wellness Indonesia sekaligus Ketua Perwanti Helga Abraham, Komandan VRI Tedi Istiana, serta Wakil Ketua JK One Owner Club Rahmad Santoso.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Lurah Temas Anditya Fitrawan, unsur Forkopimda Kota Batu, Forkopimcam Kecamatan Batu, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut antusias hadirnya jembatan gantung baru tersebut.

Dengan diresmikannya jembatan Curah Banteng, masyarakat Kelurahan Temas kini memiliki akses yang lebih cepat, aman, dan nyaman. Kehadiran jembatan ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, organisasi sosial, dan pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

 

Penulis : Samsu

Editor: Ramses