Strategi dan Peluang PHRI Batu di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran
Kota Batu, lingkarmedia.com – Menghadapi kebijakan pemerintah pusat tentang efisiensi anggaran birokrasi yang berdampak kuat pada pendapatan bagi pelaku usaha perhotelan dan restorant, pengurus baru PHRI Kota Batu memiliki tanggung jawab berat dalam mempertahankan usaha tersebut.
Pasca dilantik, Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariyadi, SE saat ditemui awak media di tempat kerjanya tetap bertekad membangkitkan diri untuk perkembangan pariwisat, hotel dan restoran di kota Batu.
Dengan adanya pembatasan kegiatan pemerintahan tersebut, Sujud Hariyadi mengatakan, ” adanya pembatasan efisiensi dari pusat, jadi kegiatan meeting insentif conference maupun Expo dibatasi. Belum lagi pelaksanaan untuk perpisahan saja wisuda Sekolah SMA, SMK sampai ke bawah sampai SD dan TK sekalipun tidak boleh dilaksanakan di hotel”.
Pembatasan ini, menurut ketua PHRI ini berdampak pada hilangnya 50% pendapatan bagi pelaku usaha perhotelan dan restorasi. Hal ini disebabkan, 30% pendapatan selama ini dari pelaksanaan kegiatan pemerintah, sedangkan 20% nya disebabkan berkurangnya daya beli masyarakat.
” Hal ini, berpengaruh pada pendapatan atau revenue hotel dan restoran kami yang di Batu. Kebijakan pengetatan belanja pemerintah, seperti kegiatan di hotel bahkan mungkin untuk semuanya itu diketati. Sehingga daya beli masyarakat kita akhirnya juga berkurang, sehingga tamu yang datang untuk berwisata juga berjurang. Jadi kami terhantam lebih dari 50% pendapatan yang hilang, ini terjadi di lima bulan pertama,” ungkap Sujud Hariyadi, Jum’at (13/6/2025).
Menyusul adanya kebijakan baru dari Mendagri yang memperbolehkan kegiatan meeting rapat di hotel bagi ASN ditengah kebijakan Menkeu yang mehilangkan anggaran untuk uang saku rapat atau lunsum, Sujud Hariyadi mengatakan, ” ketika mereka boleh rapat tapi tidak ada uang dinas atau uang rapat ataupun lumsum, bingung juga kita. Apakah mereka pasti akan berlomba-lomba untuk rapat di hotel atau mereka melaksanakan kegiatan rapat tidak harus jauh-jauh ke luar kota”.
Namun demikian, Ketua PHRI Kota Batu ini mengaku pihaknya beserta seluruh anggota PHRI tetap optimis menghadapi situasi saat ini. ” Kami tetap optimis dapat melewati, tapi kami lebih berharap pemerintah untuk membuka semua kran lagi, tidak hanya untuk rapat di hotel tetapi juga seluruh belanja mereka semuanya. Jadi tidak semata-mata gara-gara ikatan pemerintah yang di hotel saja tapi semua kegiatan pemerintah di luar”.
PHRI Kota Batu, telah menyiapkan strategi yang dilakukan menghadapi situasi tersebut, salah satunya memperbanyak promosi ke luar.
Sementara itu, pelaksanan Porprov dengan beberapa cabor yang akan dilaksanakan di Kota Batu, PHRI Kota Batu melihat pelaksanaan event olah raga tingkat provinsi ini merupakan peluang. Dengan banyaknya tempat wisata dan hotel di Kota Batu menjadi sebuah keuntungan sendiri
” Porprov ini bukan hanya semata-mata olah raga dan prestasi, tetapi juga ada peluang. Pelaksanaan Porprov bertepatan dengan musim liburan sekolah, tentu kunjungan wisatawan meningkat dengan tajam”, ujar Sujud Hariyadi.
(Ji)








