SPIM Sulawesi Tengah Tuntut Kerja Layak dan Bebas Kekerasan

IMG-20251125-WA0083

LINGKARMEDIA.COM – Serikat Pekerja Industrial Morowali (SPIM) menuntut Kerja Layak dan Bebas dari kekerasan terkait peringatan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan yang diperingati setiap 25 November di seluruh dunia.

Di Indonesia, peringatan ini berkembang menjadi rangkaian kampanye internasional “16 Days of Activism Against Gender-Based Violence” yang berlangsung dari 25 November sampai 10 Desember (Hari HAM Sedunia).

Penetapan 25 November berasal dari kisah tragis tiga saudari Mirabal: Patria, Minerva, dan María dari Republik Dominika, Dikenal tiga sau Teresa Mirabal dari Republik Do dengan sebutan Las Mariposas (The Butterflies), Mereka adalah aktivis yang melawan rezim diktator Rafael Trujillo pada tahun 1950-1960-an.

25 November 1960, ketiga saudari tersebut disiksa dan dibunuh secara brutal oleh aparat negara atas perintah Trujillo. Kematiannya memicu kemarahan publik dan menjadi simbol perjuangan perempuan untuk keadilan

Pada 1981, aktivis feminis Amerika Latin dan Karibia dalam Konferensi Feminis di Kolombia menetapkan terhadap Perempuan. 25 November sebagai Hari Perlawanan Kekerasan

1993, PBB mengesahkan Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Di 1999, Majelis Umum PBB resmi menetapkan 25 November sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

Adapun 4 tuntutan SPIM Sulawesi Tengah yang mereka unggah di media sosial adalah:

1. Hentikan kekerasan berbasis gender dilingkungan kerja

2. Perusahaan harus memberikan hak Maternitas bagi seluruh pekerja perempuan

3. Sahkan UU PRT sekarang juga

4. Berikan Jaminan perlindungan pekerja perempuan dalam UU ketenagakerjaan yang baru.

Penulis: Tim Keadilan Upah

Editor: Ramses