Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pasar Mulai Lega tetapi Ujian Fiskal Menanti

AUDI

Jakarta, Lingkarmedia.com – Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian pelaku pasar setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Penunjukan Suahasil dinilai memberikan sinyal yang relatif positif bagi pasar keuangan. Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan tersebut dipandang memiliki pengalaman dan pemahaman yang cukup kuat mengenai kebijakan fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta mekanisme birokrasi di Kementerian Keuangan.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/prabowo-resmi-ganti-purbaya-suahasil-nazara-jadi-menteri-keuangan/

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, pasar saat ini cenderung merespons pergantian tersebut dengan kelegaan. Menurutnya, penunjukan figur internal Kementerian Keuangan dapat mengurangi sejumlah risiko ketidakpastian yang sebelumnya mungkin menjadi perhatian investor.

“Sejauh ini baru relief rally karena tail risk mengecil,” ujar Liza dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurut Liza, respons pasar tersebut belum dapat diartikan sebagai perubahan besar dalam tren investasi. Pasar baru memberikan reaksi awal terhadap berkurangnya risiko atau ketidakpastian setelah posisi Menteri Keuangan diisi oleh sosok yang sudah memahami sistem fiskal pemerintah.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Dengan kata lain, investor masih menunggu bukti lebih lanjut mengenai bagaimana Suahasil akan menjalankan kebijakan fiskal setelah resmi memegang kendali Kementerian Keuangan.

Pengalaman Suahasil Jadi Faktor Positif

Salah satu faktor yang dinilai menjadi pertimbangan pasar adalah rekam jejak Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan.

Suahasil telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia juga memiliki pengalaman dalam perumusan kebijakan fiskal dan pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Pengalaman tersebut membuat Suahasil bukan sosok baru dalam pengelolaan keuangan negara. Ia telah terlibat dalam berbagai pembahasan terkait APBN, kebijakan fiskal, serta arah ekonomi pemerintah.

Suahasil juga merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia dikenal memiliki latar belakang akademik dan birokrasi yang kuat di bidang ekonomi pembangunan dan kebijakan fiskal.

Ia juga pernah mendampingi Sri Mulyani Indrawati ketika berada di Kementerian Keuangan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.

Bagi pelaku pasar, kesinambungan kebijakan menjadi salah satu aspek penting. Investor membutuhkan kepastian mengenai arah pengelolaan anggaran negara, terutama ketika pemerintah tengah menjalankan berbagai agenda pembangunan dan program prioritas.

Belanja Pemerintah Jadi Ujian Awal

Meski penunjukan Suahasil mendapat respons awal yang cukup positif, tantangan besar tetap menanti. Salah satunya adalah bagaimana pemerintah mengelola belanja negara di tengah berbagai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Besarnya kebutuhan belanja pemerintah akan menjadi ujian bagi Suahasil dalam menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap program pembangunan dan disiplin fiskal.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Pasar akan mencermati apakah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Suahasil mampu tetap memberikan kepastian kepada investor. Kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas APBN, mengelola defisit, serta memastikan efektivitas belanja akan menjadi sejumlah indikator yang diperhatikan.

Liza menilai, pasar masih membutuhkan waktu untuk melihat arah kebijakan yang akan ditempuh Menteri Keuangan baru. Respons awal berupa relief rally belum cukup untuk menggambarkan penilaian jangka panjang investor.

Artinya, pasar masih akan menunggu kebijakan konkret Suahasil setelah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.

IHSG Masih Melemah Tipis

Respons positif terhadap pergantian Menteri Keuangan juga belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data pasar, IHSG pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026) tercatat melemah tipis sebesar 0,10 persen ke level 6.534,69.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor masih bersikap hati-hati. Di satu sisi, pergantian Menteri Keuangan dengan menunjuk figur yang berpengalaman di lingkungan Kementerian Keuangan dapat mengurangi kekhawatiran terkait kesinambungan kebijakan.

Namun, di sisi lain, investor masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan Prabowo.

Ke depan, perhatian pasar diperkirakan akan tertuju pada langkah-langkah awal Suahasil setelah resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kebijakan mengenai pengelolaan APBN, belanja pemerintah, penerimaan negara, serta strategi menjaga disiplin fiskal akan menjadi indikator penting untuk mengukur kepercayaan investor.

Dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, Suahasil memiliki modal untuk menjaga kesinambungan kebijakan. Namun, tantangan fiskal dan besarnya agenda belanja pemerintah membuat periode awal kepemimpinannya akan menjadi momentum penting untuk membuktikan kemampuan menjaga kredibilitas keuangan negara sekaligus memberikan kepastian bagi pasar.

 

Penulis: Panji