Open Donasi Solidaritas Kemanusiaan: Kayla Butuh Biaya Operasi Tulang Belakang
LINGKARMEDIA.COM – Waktu itu Kayla yang masih kelas 4 SD asyik bermain bersama teman-temannya. Walaupun dia anak perempuan tapi dia biasa bermain disekitaran rumahnya. Tapi hari itu dia terjatuh dari pohon saat bermain bersama teman-temannya. Kejadian itu dia tidak beritahukan kepada orang tuanya, mungkin karena takut akhirnya dia menyimpan rapat kejadian itu.
Setahun kemudian, saat Kayla kelas 5 SD, dia sering mengeluh kelelahan yang luar biasa setiap pulang sekolah. Kayla juga sering mengeluhkan sakit di dadanya dan terasa sesak. Ibunya mengira hanya masuk angin, lalu menyuruh untuk minum tolak angin cair.
Ibunya kuatir dengan kondisi Kayla, makin lama kok Kayla jadi sering minum tolak angin cair? Lalu ibunya berinisiatif ngerikin Kayla. Sungguh kaget bukan main saat melihat punggung Kayla, ternyata tulangnya berbelok-belok seperti huruf S. Ibunya bertanya kenapa bisa begitu tulangnya, Kayla kemudian mau menceritakan kejadian jatuh dari pohon waktu kelas 4 SD.
Hari itu tukang urut menyatakan ketidaksanggupan menangani kondisi Kayla. Besoknya Kayla di bawa ke puskesmas lalu dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Weleri Kendal.
Hasil pemeriksaan dokter ortopedi, ternyata Kayla terkena sakit Skoliosis. Keluhan yang dirasakan selama ini adalah akibat paru-parunya tertekan oleh tulang belakangnya yang bengkok dan kondisi ini membahayakan keselamatannya. Dokter merekomendasikan agar Kayla segera diambil tindakan operasi.
Dari Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal, Kayla dirujuk ke RS ortopedi di Solo. Namun karena di Solo tidak ada saudara yang bisa menemani selama tindakan operasi di RS, akhirnya Kayla dirujuk lagi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Di RSSA, Kayla kembali diperiksa kondisi kesehatannya sebelum dioperasi. Setelah beberapa kali diperiksa dokter spesialis ortopedi memberitahukan bahwa Kayla harus menjalani bedah bertahap. Pertimbangan dokter karena usia masih anak-anak dan belum haid, jadi tidak mengambil hak anak untuk tumbuh tinggi.
24 Mei 2024, operasi pertama dimana dokter merekomendasikan agar sering kontrol dan sebelum operasi tahap 2. Satu tahun pasca operasi pertama, kendala biaya membuat Kayla belum bisa melanjutkan kontrol dan operasi.
Operasi tahap dua akan dijadwalkan oleh pihak dokter ortopedi setelah satu tahun pasca tindakan operasi yang pertama.
Saat ini sudah satu setengah tahun berlalu pasca operasi pertama. Dokter sebenarnya merekomendasikan operasi dilakukan bertahap sebanyak empat kali tapi karena keterbatasan biaya, operasi tahap ke dua dan berikutnya belum dapat dilakukan.
Kendala ketiadaan biaya membuat operasi kedua Kayla di RSSA Malang masih tertunda. Keluarga sudah berupaya mengumpulkan biaya dan sedih memikirkan kondisi Kayla.
Setelah bertemu dengan beberapa kenalan, keluarga Kayla mencoba menggalang biaya operasi Kayla lewat penggalangan dana kemanusiaan “Open Donasi”. Keluarga sangat berharap ada solidaritas kemanusiaan untuk Kayla.
Open Donasi ini dilakukan untuk mengumpulkan dana bagi pembiayaan operasi dan semua tindakan yang diperlukan bagi kesehatan dan biaya pendampingan selama perawatan. Sebelumnya keluarga mengucapkan terimakasih banyak atas kepedulian kepada Kayla dan berdoa semoga Tuhan memberikan Rahmat bagi semua.
Sebagai informasi donasi kemanusiaan bisa ditransfer ke nomor rekening BRI : 082101031894537 atas nama Mulyanah. Dan setelah ditransfer mohon menginformasikannya lewat nomor WA: 08970036018.
Berikut profile Kayla:
Nama: Citra Kayla Kinasih (Kayla)
TTL: Tangerang, 14 Oktober 2012
Ayah: Joko Sumantri (alm)
Ibu: Mulyanah
Pendidikan: kelas VII SMP Negeri 1 Weleri, Kendal
Alamat: desa Tratemulyo RT, 02 RW, 03, Kec, Weleri, Kab, Kendal, Jawa Tengah
Diagnosa rumah sakit:
Skoliosis 45 derajat
Tindakan:
Diharuskan menjalani operasi, karena masih anak-anak maka operasi direkomendasikan dilakukan bertahap sebanyak 4x operasi agar pertumbuhan tulang belakangnya tidak terganggu.
Penulis: Umi Sudarto
Editor: Ramses








