Kirab Budaya Berkah Bagi PKL

IMG_20250723_203722

Kota Batu, lingkarmedia.com – Kirab budaya digelar Desa Giripurno yang mendapatkan antusias besar dari ribuan warga baik sebagai peserta kirab maupun hanya sekedar menonton ini, terdapat hal yang mungkin terlewatkan dari bidikan kamera awak media.

Event budaya pada Rabu (23/7/2025) ini selain memberikan hiburan ke warga dan keseriusan pemerintah desa yang peduli terhadap budaya, juga memberikan berkah bagi pelaku pedagang kaki lima (PKL) yang mencoba mengais rezeki di tengah kemeriahan acara kirab budaya.

Dari banyaknya pedagang yang ada, ternyata bukan hanya menarik minat berdagang dari warga setempat, namun menarik minat beberapa pedagang yang datang dari luar Kota Batu.

Di tengah kesibukannya menjajakan dagangannya, Fathul (37) warga Pasuruan yang menajajakan alas plastik secara keliling arena karnaval. Fathul yang mengaku sudah berkeluarga dengan 2 anak ini sengaja datang jauh-jauh dari Pasuruan dgn mengendarai sepeda motor sejak pukul 08.00 wib dan tiba di lokasi kirab sekira pukul 11.00 wib.

Saat awak media mencoba mewawancarainya, dengan wajah sumringah mengaku telah terjual 20 lembar dari 50 alas plastik yang dibawanya dengan harga 10.000 per alasnya. ” Saya dagang dari pukul 11.00, keliling dari ujung ke ujung, Alhamdulilah sudah habis 20 lembar”, ungkapnya.

Berbeda dengan pedagang alas plastik, seorang pedagang minuman dingin es Cingcau Roketo, Ilmi (40) justru bersiap-siap pulang sebelum kirab budaya usai. Dirinya mengaku, sudah sebanyak 50 cup terjual sejak pukul 11.00 wib hingga pukul 14.00 wib.

Ilmi, pria asal Kecamatan Singosari Kabupaten Malang ini datang dengan menggunakan sepeda motor lengkap dengan grobak etalasenya.

“Saya mau pulang mas, sudah habis satu box bahan es Cingcau, Alhamdulillah terjual lima puluh cup”, ungkapnya sambil ketawa.

Dengan adanya event seperti kirab budaya ini, telah memberikan ruang bagi PKL untuk berdagang. Hal ini perputaran ekonomi di kalangan pedagang sangat cepat dalam rentan waktu 1 hari di tengah pro kontra penggunaan sound horeg dalam event karnaval.

(Ji)