Inovasi Dinpertan dan KP Kota Batu “Gebyarkan Angan” Dengan Bio Flok

IMG_20250730_114626

Kota Batu, lingkarmedia.com – Dalam upaya peningkatan keberhasilan program ketahanan pangan sekaligus penanggulangan stunting, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan dan KP) Kota Batu melalui program Inovasi Gerakan Budidaya Perikanan Di Lahan Pekarangan (Gebyarkan Angan) menggalakan budidaya ikan nila di lahan pekarangan.

Inovasi Gebyarkan Angan ini untuk mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan, begitu juga program pemerintah Kota Batu sesuai visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, dimana salah satunya adalah ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto saat mendampingi Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah saat pelaksanaan panen raya ikan nila di Balai Penyuluhan Pertanian, Dusun Durek Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada Rabu (30/7/2025) siang.

“Dalam mendukung program ketahanan pangan yang disampaikan bapak presiden, kebetulan juga di pemerintahan Kota Batu yang mana salah satu visi misi dari bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota terkait ketahanan pangan”, ungkap Heru Yulianto saat ditemui awak media.

Dengan gerakan Gebyarkan Angan ini, merupakan komitmennya dalam peningkatan keberhasilan program nasional tersebut. “Kami dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan punya komitmen berupaya meningkatkan keberhasilan program ketahanan pangan, salah satunya dengan panen ikan ini”.

Pada budidaya ikan nila di lahan pekarangan ini, Dinpertan dan KP menggunakan Bio Flok. Dimana dengan sistem ini waktu panen ikan nila dapat dipercepat dari 6 bulan menjadi 4 bulan.

Selain itu, sistem Bio Flok cocok digunakan untuk daerah dengan ketinggian 600 hingga 2000 mpdl seperti Kota Batu. “Daerah di Kota Batu antara 600 hingga 2000 mpdl termasuk dingin, untuk perkembangan pertumbuhan ikan kurang bagus. Tetapi kita dinas pertanian dan ketahanan pangan punya program bio flok. Dengan bio flok itu ikan yang biasanya bisa dipanen enam bulan sekali bisa dipanen empat bulan sekali”, kata Heru.

“Ini akan kita kembangkan di desa-desa lainnya, dengan harapan Kota Batu yang memiliki banyak mata air, kita berupaya ke depannya untuk sektor perikanan digenjot dalam artian bisa meningkatkan produksi hasil perikanan. Hal ini dapat menunjang program makan bergizi gratis (MBG)”, tambahnya.

Menyinggung dipilihnya budidaya ikan jenis nila, Heru Yulianto menjelaskan bahwa jenis ikan nila yang cocok pertumbuhannya untuk di Kota Batu. “Ikan nila itu sangat bagus pertumbuhannya dan cocok di Kota Batu, apalagi perkembangan nya sangat cepat. Ini kalau kita kelola dan dibudidayakan dengan baik itu akan menghasilkan yang baik juga”.

(Ji)