Hasil Tes DNA, Dua Kerangka di Kwintang Adalah Farhan dan Reno

IMG_20251107_145129

Jakarta, lingkarmedia.com – Farhan Hamid dan Reno Sahputrodewo, dua demontran yang hilang sejak aksi protes 29 Agustus 2025, akhirnya ditemukan. Polda Metro Jaya memastikan dua kerangka manusia yang ditemukan di dalam gedung Astra Credit Companies (ACC) di Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar kala demonstrasi pecah akhir Agustus lalu adalah Muhammad Farhan Hamid (23) dan Reno Syahputra Dewo (24).

Keduanya masuk dalam daftar orang hilang Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Dokter spesialis forensik RS Polri, Sumy Hastry Purwanti, menerangkan pihaknya menerima dua kantong jenazah berisi kerangka manusia yang sudah tidak lengkap keadaannya akibat kebakaran pada 30 Oktober 2025 lalu.

Pada kantong jenazah pertama bernomor 0080, pihaknya melakukan pemeriksaan identifikasi sekunder berupa tulang tengkorak dan tulang panggul.

“Hasilnya ditemukan jenis kelamin laki-laki, ras mongoloid, dan dari pemeriksaan tulang panjang diperkirakan tinggi badan 158-168 cm,” terangnya kepada wartawan, Jumat (07/11).

Kemudian, tim forensik melakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa gigi dan pengambilan sampel DNA dari tulang.

Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa 0080 cocok dengan ante-mortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo.

Untuk kantong jenazah kedua bernomor 0081, juga dilakukan pemeriksaan identifikasi sekunder berupa perhiasan kalung dan ikat pinggang.

Selain itu, dilakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa DNA dari tulang nomor post-mortem 0081 yang disebutnya cocok dengan ante-mortem 001. Sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid.

Dokter Hastry menyebut waktu kematian keduanya sudah lebih dari satu bulan. Sebab ketika diperiksa sudah tinggal kerangka dan ada sisa-sisa bagian tubuh akibat terbakar.

Soal penyebab kematian, dia bilang tidak ada kekerasan tumpul pada tulang tengkorak keduanya. Tidak ada pula tanda-tanda terjatuh atau jatuh. “Sehingga kami menjelaskan sebab kematian karena terbakar,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan mengapa baru ditemukan sekarang. Saat tubuh manusia terbakar hingga dalam rentang satu bulan, apalagi berada di lingkungan yang terbakar, pasti akan mengeluarkan bau yang sama-sama terbakar.

Memasuki bulan kedua hingga ketiga, bau kerangka dan sisa-sisa tubuh yang terbakar akan tercium jelas karena terjadi pembusukan.

“Itu kenapa ditemukan bulan kedua, kok bulan bulan pertama tidak bau. Setelah dibongkar ternyata kerangka tubuh manusia,” jelasnya.

RS Polri Kramat Jati resmi menyerahkan jenazah Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo ke keluarganya masing-masing.

Prosesi dilakukan langsung Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru, dan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana.

“Pada kesempatan hari ini akan secara berjenjang dari pihak Rumah Sakit Polri akan menyerahkan kepada penyidik Polda Metro Jaya setelah itu dari pihak Polda Metro Jaya akan menyerahkan pada keluarga almarhum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat (7/11/2025).

Selanjutnya ayah Farhan, Hamidi memastikan jenazah anaknya bakal diambil di hari mendatang. Mereka akan mencari tempat pemakaman untuk Farhan lebih dulu.

Tim

Redaksi