Geo Dipa Bangun PLTP Dieng Unit 2, Tambah 55 MW Listrik Bersih untuk Sistem Jawa-Bali
LINGKARMEDIA.COM – PT Geo Dipa Energi resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah. Proyek strategis nasional ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di area PAD 12 pada Kamis, 25 Juni 2026.
Pembangunan PLTP Dieng Unit 2 menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi Indonesia menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Tambahan kapasitas listrik bersih sebesar 55 MW dari proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.
Prosesi groundbreaking dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis, Komisaris Utama Geo Dipa Energi Heri Setiawan, jajaran kontraktor dari PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering, serta perwakilan pemerintah daerah dari Jawa Tengah, Wonosobo, dan Banjarnegara.
Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE, Priatin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa tambahan kapasitas 55 MW dari PLTP Dieng Unit 2 bukan hanya sekadar penambahan angka dalam sistem energi nasional, melainkan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik berbasis energi bersih.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
“Kapasitas tambahan 55 MW dari Dieng Unit 2 ini bukan sekadar angka. Proyek ini membawa kontribusi nyata dalam memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali,” kata Priatin.
Menurutnya, pengembangan panas bumi memiliki peran vital dalam mencapai target bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah saat ini terus mendorong percepatan pembangunan pembangkit EBT agar ketergantungan terhadap energi fosil dapat dikurangi secara bertahap.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Selain berkontribusi terhadap ketahanan energi, proyek PLTP Dieng Unit 2 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga, menyampaikan bahwa proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 800 tenaga kerja langsung pada puncak masa konstruksi.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 20 persen akan berasal dari tenaga kerja lokal. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek untuk memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
“Pembangunan ini bukan hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujar Donal.
Ia menambahkan, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Pemerintah sendiri telah menetapkan panas bumi sebagai salah satu tulang punggung pencapaian target energi baru terbarukan nasional. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang panas bumi Indonesia hingga akhir 2024 mencapai 2.588,5 MW, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 31 persen pada 2050. Kehadiran proyek PLTP Dieng Unit 2 dinilai menjadi salah satu langkah konkret menuju pencapaian target tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi, dalam sambutan yang disampaikan melalui video, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Geo Dipa Energi dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menyebut pembangunan PLTP Dieng Unit 2 sebagai investasi strategis yang mendukung transisi energi menuju ekonomi hijau serta memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, mengatakan proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas listrik nasional, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.
Menurutnya, ketersediaan energi bersih yang andal akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri, memperkuat kawasan ekonomi, serta mendukung sektor manufaktur yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi.
“Energi bersih yang andal akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri, memperkuat kawasan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan industri yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi,” kata Yudistian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan proyek tersebut, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Asian Development Bank, para kontraktor, hingga masyarakat sekitar.
Yudistian menegaskan bahwa pengembangan panas bumi harus memberikan manfaat yang seimbang dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, pelaksanaan proyek akan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pelibatan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
Dengan dimulainya pembangunan PLTP Dieng Unit 2, Geo Dipa Energi optimistis kontribusi Indonesia dalam pengembangan energi panas bumi akan semakin kuat. Proyek ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mempercepat terwujudnya sistem energi bersih berkelanjutan serta mendukung visi besar Indonesia menuju kemandirian energi di masa depan.
Penulis : Ramses
Editor: Samsu








