Pencurian Hasil Kebun Resahkan Petani di Brakseng, Pelaku Diduga Menyamar sebagai Tukang Ngasak
Kota Batu , Lingkarmedia.com – Aksi pencurian hasil pertanian meresahkan warga di wilayah Dusun Brakseng, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sejumlah lahan pertanian milik warga menjadi sasaran pencurian, terutama kebun yang ditanami kentang dan wortel.
Aksi tersebut diduga dilakukan ketika para petani meninggalkan lahan setelah menyelesaikan aktivitas bertani. Pelaku memanfaatkan kondisi kebun yang ditinggalkan untuk mengambil hasil pertanian yang masih berada di lahan.
Kepala Desa Sumberbrantas, Saniman, membenarkan adanya kejadian pencurian hasil kebun tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah desa, aksi pencurian telah terjadi beberapa kali selama Juli 2026.

“Kejadian itu terjadi tiga sampai empat kali pada bulan kemarin. Ini meresahkan masyarakat, terlepas besar tidaknya kerugian yang dialami ini jelas meresahkan masyarakat,” ungkap Saniman saat ditemui Lingkarmedia.com di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).
Menurut Saniman, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan nilai kerugian materi yang dialami petani. Berulangnya kejadian pencurian membuat warga merasa tidak aman ketika meninggalkan lahan pertanian mereka.
Dusun Brakseng sendiri merupakan salah satu wilayah pertanian di Desa Sumberbrantas yang banyak dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Hasil pertanian seperti kentang dan wortel menjadi salah satu komoditas yang digarap masyarakat.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sumberbrantas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga keamanan lahan pertanian. Pemerintah desa juga mendorong petani untuk tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi ikut melakukan pengawasan terhadap lahan masing-masing.
“Kami dari pemerintah desa berharap ada kerjasamanya dari warga dalam menjaga keamanan di lahannya sendiri-sendiri. Linmas juga berupaya untuk menjaga juga siang malam,” imbuh Saniman.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sumberbrantas, Briptu Irawan Putra Prasetya, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari anggota Linmas, pelaku diduga menggunakan modus menyamar sebagai orang yang sedang membersihkan atau mengambil sisa hasil pertanian di lahan.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Pelaku disebut berpura-pura melakukan aktivitas seperti tukang ngasak, yakni mengambil atau mengumpulkan sisa hasil pertanian di lahan yang dianggap sudah selesai dipanen. Dengan cara tersebut, keberadaan pelaku tidak langsung menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar.

“Kalau menurut teman-teman Linmas, pelaku menyamar jadi tukang ngasak, jadi seperti lahan sudah selesai dia standby di situ. Ketika orang-orang keluar dia ngasak, kadang yang sebelahnya belum waktunya dicabut tetapi sama orang itu dicabut,” ujar Irawan.
Modus tersebut diduga membuat pelaku leluasa mengambil tanaman yang sebenarnya masih menjadi milik petani. Pelaku memanfaatkan situasi ketika pemilik lahan atau pekerja sudah meninggalkan lokasi.
Dari hasil informasi yang dihimpun, jumlah kentang dan wortel yang diduga dicuri dalam satu kejadian rata-rata mencapai sekitar satu kuintal. Jumlah tersebut menimbulkan dugaan bahwa aksi pencurian tidak dilakukan seorang diri.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Meski demikian, hingga saat ini identitas pelaku belum diketahui. Perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam aksi pencurian hasil kebun tersebut.
Irawan mengatakan, pihak desa bersama unsur keamanan terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah titik yang dianggap rawan. Jika aksi serupa kembali terjadi dan pelaku berhasil diketahui, petugas akan melakukan tindakan sesuai prosedur.
“Masih dalam proses penyelidikan, yang jelas kalau dari desa kita pada prinsipnya melakukan pengintaian. Apabila terjadi lagi nanti langsung ditangkap,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, anggota Linmas saat ini mulai ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan melibatkan para petani sehingga pengawasan terhadap lahan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Sekarang sudah mulai di titik-titiknya teman-teman Linmas kerja sama dengan petaninya untuk menjaga lahan,” tambah Irawan.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Ia menjelaskan, keterlibatan petani sangat penting karena mereka lebih mengetahui kondisi lahan, termasuk siapa pemilik maupun orang yang biasa bekerja di lokasi tersebut. Dengan demikian, keberadaan orang yang tidak dikenal dapat lebih cepat diketahui.
Selain pengawasan di tingkat desa, pihak Polsek Bumiaji juga akan melibatkan Linmas dalam kegiatan patroli di wilayah pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mencegah pencurian kembali terjadi.
“Kami dari Polsek Bumiaji akan melibatkan teman-teman Linmas saat melakukan patroli, sebab mereka yang mengetahui lahan tersebut milik siapa,” pungkasnya.
Pemerintah Desa Sumberbrantas berharap peningkatan pengamanan tersebut dapat memberikan rasa aman bagi petani sekaligus mencegah terjadinya pencurian hasil pertanian di wilayah Brakseng. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lahan pertanian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








