Demo #Indonesiasekarat di Depan Grahadi Surabaya Memanas, Massa Bentrok dengan Polisi
LINGKARMEDIA.COM – Aksi demonstrasi bertajuk “Warga Surabaya Turun ke Jalan #Indonesiasekarat” yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026), memanas hingga berujung ricuh. Ketegangan pecah ketika sejumlah massa aksi melempari aparat kepolisian yang berjaga di halaman Gedung Grahadi.
Pantauan di lokasi, situasi mulai memanas sejak sore hari sekitar pukul 16.20 WIB. Puluhan massa aksi mulai berdatangan dan berkumpul di Jalan Gubernur Suryo, tepat di depan Grahadi. Mereka menutup sebagian ruas jalan sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat terganggu.
Sejumlah peserta aksi terlihat membawa spanduk, poster, dan banner berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu banner yang mencuri perhatian memuat gambar Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai tulisan bernada sindiran.

Aksi semakin ramai ketika beberapa peserta yang datang menggunakan sepeda motor terus menggeber mesin kendaraan mereka sambil memutari titik pembakaran sampah yang berada di tengah jalan. Kobaran api dari sampah yang dibakar tampak menyala cukup besar dan mengeluarkan asap putih tebal yang membumbung ke udara.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Selain pembakaran sampah, suara letusan kembang api juga terdengar beberapa kali selama aksi berlangsung. Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar lokasi demonstrasi menjadi tegang.
Ketegangan meningkat saat aparat kepolisian mulai mendesak massa untuk membubarkan diri. Namun, sebagian demonstran justru merespons dengan melemparkan benda ke arah petugas yang berjaga. Situasi itu memicu aksi saling dorong antara demonstran dan aparat keamanan.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Sejumlah personel kepolisian yang disiagakan langsung membentuk barikade untuk menghalau massa agar tidak memasuki area halaman Gedung Grahadi. Polisi juga berupaya memadamkan api yang dibakar demonstran di tengah jalan demi menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan informasi di lapangan, belasan orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Aksi demonstrasi ini membawa sepuluh tuntutan utama yang disuarakan massa. Dalam orasinya, mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan sejumlah program dan kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Berikut 10 tuntutan massa aksi #Indonesiasekarat:
1. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
2. Mencabut Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.
3. Menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.
4. Membubarkan Komando Teritorial dan menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
5. Menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land.
6. Membebaskan seluruh tahanan politik serta memulihkan nama baik mereka.
7. Memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
8. Menyediakan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
9. Membubarkan parlemen dan membangun sistem kuasa rakyat.
10. Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.
Selain sepuluh poin tersebut, massa juga menyoroti berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang mereka anggap semakin membebani masyarakat. Mereka menilai pemerintah harus lebih serius menangani isu kesejahteraan rakyat, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga persoalan ketenagakerjaan.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Tuntutan penghentian reklamasi Surabaya Waterfront Land juga menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan. Massa menilai proyek tersebut berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat pesisir.
Aksi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat yang melintas di sekitar lokasi. Beberapa pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif akibat penutupan sebagian ruas Jalan Gubernur Suryo.
Hingga menjelang malam, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar Gedung Grahadi untuk mengantisipasi potensi aksi lanjutan maupun bentrokan susulan. Situasi sempat berangsur kondusif setelah sebagian massa membubarkan diri.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah pasti peserta aksi maupun jumlah demonstran yang diamankan. Sementara itu, pihak penyelenggara aksi menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat.
Aksi #Indonesiasekarat di Surabaya ini menjadi salah satu gelombang protes sosial-politik yang menyuarakan keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah, sekaligus menunjukkan meningkatnya tensi dinamika politik di ruang publik.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








