Heli Suyanto Hadiri Forum Strategis Nasional IKA ITS Jatim, Dorong Kolaborasi Akademisi, Industri dan Pemerintah

IMG-20260812-WA0139

Surabaya, Lingkarmedia.com – Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menghadiri Forum Strategis Nasional Pengurus Wilayah Ikatan Alumni (IKA) ITS Jawa Timur yang mengangkat tema “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia: Peran Akademisi, Industri dan Pemerintah” di Sheraton Hotel Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja (Raker) Pengurus Wilayah IKA ITS Jawa Timur. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan pembangunan Indonesia, khususnya dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki peran strategis di tingkat global.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/doa-veteran-jadi-kekuatan-moral-wali-kota-nurochman-membangun-kota-batu/

Tema yang diangkat dinilai relevan dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut luas serta potensi sumber daya maritim yang besar. Pengelolaan potensi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Forum strategis ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus memperkuat komunikasi dan jejaring antar pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor dipandang penting agar berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dapat dikembangkan secara optimal melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan industri.

Kehadiran Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batu untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai kalangan. Pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan dukungan dari sektor pemerintahan, tetapi juga perlu membangun kemitraan dengan akademisi, perguruan tinggi, pelaku industri, serta organisasi profesional.

Menurut Heli, forum semacam ini memiliki nilai strategis karena dapat menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif dalam melihat arah pembangunan. Akademisi memiliki kekuatan dalam riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, industri memiliki pengalaman dalam penerapan teknologi dan inovasi, sedangkan pemerintah memiliki peran dalam menyusun kebijakan serta menciptakan ekosistem pembangunan.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Sinergi ketiga unsur tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga memiliki peran penting. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi akademisi untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.

Sementara itu, keterlibatan dunia industri dapat membuka peluang pengembangan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah kemudian berperan memastikan seluruh proses tersebut berjalan dalam koridor kebijakan dan regulasi yang mendukung kepentingan publik.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Bagi Kota Batu, pendekatan pembangunan berbasis pengetahuan dan inovasi menjadi salah satu peluang untuk memperkuat potensi daerah. Kota Batu memiliki berbagai sektor unggulan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, seperti pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pengembangan sumber daya manusia.

Jejaring yang terbentuk melalui forum nasional seperti IKA ITS Jawa Timur juga dapat menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Kota Batu untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama. Kerja sama tersebut dapat berupa pengembangan inovasi, pendampingan, riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Heli Suyanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu terbuka terhadap berbagai peluang kolaborasi. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk tidak bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan.

Pemerintah harus mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar kebijakan yang dibuat dapat lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, forum yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan visi.

Sementara itu, Forum Strategis Nasional IKA ITS Jawa Timur diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan strategis mengenai masa depan sektor maritim Indonesia. Posisi geografis Indonesia memberikan peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan maritim dunia, namun peluang tersebut harus diikuti dengan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Pengembangan sektor maritim juga membutuhkan dukungan teknologi, sumber daya manusia unggul, infrastruktur yang memadai, serta kebijakan pemerintah yang mampu mendorong investasi dan inovasi.

Melalui kegiatan tersebut, IKA ITS Jawa Timur turut mengambil peran dalam mempertemukan berbagai pemikiran dari kalangan alumni, akademisi, industri, dan pemerintah. Forum ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Bagi Pemerintah Kota Batu, kehadiran Heli Suyanto menjadi bagian dari komitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama lintas sektor. Jejaring yang semakin luas diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan dunia industri, berbagai potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun daerah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Forum Strategis Nasional PW IKA ITS Jawa Timur akhirnya tidak hanya menjadi ruang diskusi mengenai masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jejaring dan kemitraan untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses