Dua Desember, Peringati Hari Penghapusan Perbudakan dan Isu Anti Perburuan Paus
LINGKARMEDIA.COM – Dua Desember diperingati sebagai momentum penting di berbagai belahan dunia. Salah satunya komitmen global menghapus perbudakan modern. Peringatan yang memiliki akar sejarah panjang, termasuk keputusan penting PBB dan perjanjian internasional.
Juga terkait isu lingkungan, teknologi, hingga konservasi satwa, yang diisi dengan refleksi serta ajakan untuk meningkatkan kesadaran global.
Berikut ulasan singkat peringatan-peringan tersebut:
Hari Penghapusan Perbudakan
Pada setiap 2 Desember, dunia memperingati International Day for the Abolition of Slavery. Peringatan ini berakar dari keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui adopsi Convention for the Suppression of the Traffic in Persons and of the Exploitation of the Prostitution of Others pada 2 Desember 1949. Tujuan utama peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah perbudakan, melainkan menyoroti perbudakan modern.
Hingga saat ini masih banyak perbudakan modern seperti kejahatan perdagangan manusia, eksploitasi seksual, kerja paksa, mempekerjakan anak, bahkan pernikahan paksa atau perekrutan anak dalam konflik bersenjata.
Menurut laman resmi PBB, data dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), tahun 2021 – sekitar 50 juta orang di seluruh dunia masih hidup dalam kondisi “Perbudakan Modern”.
Kelompok paling rentan dalam perbudakan modern adalah perempuan dan anak-anak. Peringatan ini bisa menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan hak asasi, keadilan sosial, dan pemberdayaan manusia harus tetap dijaga.
Pada tanggal ini tahun 1949, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi untuk Pemberantasan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Prostitusi Orang Lain, yang menjadi landasan gerakan anti-perbudakan modern di seluruh dunia.
Fokus hari ini tidak lagi pada perbudakan klasik seperti era trans-Atlantik, tetapi pada praktik-praktik perbudakan modern yakni perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, perkawinan paksa, jeratan utang, hingga perekrutan anak-anak dalam konflik bersenjata.
Internasional Labor Organization (ILO) memperkirakan 40 juta orang masih hidup dalam perbudakan modern. Meski ilegal di seluruh dunia, kenyataannya praktik ini terus berlangsung, terutama di wilayah konflik dan negara berpenghasilan rendah.
Hari Anti Polusi Lingkungan
Tujuan World Pollution Prevention Day muncul adalah sebagai respons terhadap krisis lingkungan global. Peringatan ini mengajak individu, perusahaan, serta pemerintah untuk mendorong strategi pencegahan polusi udara, air, limbah, dan suara.
Peringatan ini terkait masalah polusi dan urgensi menjaga lingkungan demi masa depan berkelanjutan. Peringatan ini memiliki latar belakang yang sangat tragis, yakni Bencana Gas Bhopal di India.
Merangkum India Today, pada 2 Desember 1984 terjadi kebocoran gas metil isosianat (MIC) yang sangat beracun dari pabrik pestisida di Bhopal. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana industri terburuk dalam sejarah. Insiden ini menewaskan ribuan orang seketika dan puluhan ribu lainnya menderita dampak jangka panjang pada kesehatan dan lingkungan.
Gerakan-gerakan seperti Fridays for Future telah mengangkat isu polusi ke panggung internasional, namun peringatan ini menegaskan bahwa perubahan dimulai dari tindakan kecil setiap individu yakni menanam pohon, mengurangi plastik, membuang sampah pada tempatnya, dan mendaur ulang.
Polusi udara menjadi ancaman terbesar. Berbagai penelitian menunjukkan lonjakan signifikan masalah kesehatan yang dipicu kualitas udara buruk, terutama di negara-negara berkembang.
WHO bahkan menerapkan standar ketat bagi negara-negara seperti India, Bangladesh, hingga Indonesia.
Peringatan ini menegaskan bahwa planet yang sehat tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat harus bergerak bersama.
Hari Anti Perburuan Paus
Dikutip dari laman PBB, pada tanggal 2 Desember 1946 menjadi hari konvensi internasional anti perburuan paus atau International Convention for the Regulation of Whaling. Konvensi ini menyoroti isu konservasi maritim dan perburuan paus yang dilakukan selama ribuan tahun untuk diambil minyak, tulang, dan dagingnya.
Pada abad ke-20, perburuan paus juga masih dilakukan dan menyebabkan penurunan populasi secara drastis. Upaya global untuk menghentikan kondisi ini memuncak pada penetapan moratorium oleh Komisi Perburuan Paus Internasional (IWC) pada 2 Desember 1946.
Dilansir dari International Whaling Commission, Tanggal 2 Desember juga diperingati sebagai Hari Konvensi Paus, merujuk pada penandatanganan Konvensi Internasional untuk Peraturan Perburuan Paus pada 2 Desember 1946, yang melahirkan International Whaling Commission (IWC).
Konvensi tersebut menjadi tonggak upaya dunia dalam mengatur perburuan paus, mencegah eksploitasi berlebihan, dan memastikan kelestarian spesies paus.
Melalui regulasi perburuan yang ketat, IWC berupaya menjaga populasi paus agar tetap berkelanjutan dan terlindungi dari ancaman kepunahan.
IWC dibentuk untuk memastikan konservasi paus yang tepat dan mengembangkan industri perburuan yang lebih tertib.
Hingga saat ini, komite ilmiah IWC beranggotakan sekitar 200 ahli biologi paus terkemuka dunia. Komite ilmiah ini bertemu setiap tahun untuk membahas batas-batas penangkapan paus sesuai prinsip kehati-hatian agar mamalia tersebut bisa tetap lestari. Itulah tadi 3 peringatan yang terjadi setiap tanggal 2 Desember.
Hari Literasi Komputer Sedunia
Masih pada tanggal sama, hari ini merupakan peringatan terkait akses digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami teknologi, terutama di negara berkembang.
Dilansir dari National Today Hari Literasi Komputer Sedunia diperingati setiap 2 Desember dan pertama kali digagas pada 2001 oleh perusahaan teknologi India, NIIT, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-20.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi komputer, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang saat itu memiliki akses lebih rendah terhadap teknologi.
Hari ini menyoroti pentingnya pemerataan akses digital di era modern sekaligus mengingatkan bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya melek teknologi.
Perjalanan literasi komputer sendiri dapat ditelusuri hingga abad ke-19, saat Charles Babbage merancang Mesin Diferensi, cikal bakal komputer modern.
Kini, perkembangan teknologi telah membawa kita pada perangkat ringkas yang dapat digenggam, namun literasi digital tetap menjadi tantangan besar di banyak negara berkembang.
Penulis: Tim Literasi
Editor: Ramses








