Bantuan Smart TV ke Satuan Pendidikan Senilai 26 Juta Jenis IFP

IMG_20260103_182711

LINGKARMEDIA.COM – Berangkat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) berkomitmen untuk melaksanakan instruksi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Program ini dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital yang menyeluruh dan inklusif.

Pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2025, di SDN Cimpahpar 5, Bogor, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk  menyediakan layar televisi di seluruh sekolah Indonesia.

“Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah. Kita akan taruh layar-layar televisi di setiap sekolah kita. Di situ kita bisa memberi materi pelajaran yang terbaik, dan ini bisa bermanfaat untuk sekolah-sekolah, apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah terluar, ataupun di daerah-daerah kota yang mengalami kesulitan mendapat bahan atau guru yang ahli di bidang-bidang tertentu,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga menargetkan dalam satu tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia mempunyai layar televisi atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk pembelajaran digital. Dengan demikian, hal ini akan membantu sekolah-sekolah, terutama di daerah terpencil, mendapatkan materi belajar yang berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, digitalisasi pembelajaran dikuatkan dengan penyediaan perangkat media seperti IFP, laptop, media penyimpanan konten pembelajaran (external HDD), dan lainnya. Tahun ini, sekolah sasaran yang akan menerima perangkat sebanyak 288.865 sekolah, dan hingga bulan Agustus ini sudah berlangsung pengiriman untuk tahap satu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa digitalisasi pembelajaran yang berangkat dari Instruksi Presiden merupakan media untuk membangun ekosistem digital classroom dan pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Sekolah-sekolah yang menerima IFP juga kita latih dalam bentuk bimbingan teknis agar optimal dalam penggunaan fitur-fitur yang ada,” kata Dirjen Gogot.

Sesuai rencana, tambah Gogot, perangkat media itu akan dikirim ke sekolah sasaran di seluruh Indonesia. Kemendikdasmen berkomitmen melaksanakan Inpres tersebut, merealisasikan program ini sebaik-baiknya dengan menyalurkan IFP ke seluruh sekolah baik negeri maupun swasta.

“Selain proses pengiriman tahap satu sedang berlangsung, kami juga terus melakukan konfirmasi kepada sekolah sekolah penerima terkait kesiapan mereka sebelum dilakukan pengiriman. Sehingga program digitalisasi ini tepat sasaran dan benar benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan,” ujar Gogot.

Gogot mengajak masyarakat bersama sama-sama mengawal program ini untuk  tepat sasaran, demi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Bantuan perangkat layar datar untuk sekolah dari pemerintah Indonesia bukanlah “TV flat” biasa, melainkan Interactive Flat Panel (IFP) 75 inci, atau sering juga disebut Papan Interaktif Digital atau smart board. Perangkat ini dirancang khusus untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran interaktif.

Anggaran program pembagian smart TV di sekolah berasal dari APBN 2025, dengan total kurang lebih Rp 7,9 triliun untuk pengadaan 330.000 unit, ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh sekolah, termasuk daerah terpencil, melalui konten digital dan pengajaran virtual, meskipun sempat muncul diskusi dan kritik mengenai transparansi dan kesiapan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan harga per unit smart TV kurang lebih Rp 26 juta, setelah negosiasi dengan vendor Hisense.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan terkait anggaran pengadaan smart tv yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya pengadaan menggunakan APBN 2025.

Hal ini dikonfirmasi saat ditemui usai Kemendikdasmen melakukan rapat bersama Komisi X DPR RI yang tengah membahas soal pengajuan tambahan anggaran Kemendikdasmen tahun 2026.

“Itu [menggunakan] anggaran 2025 ya, bukan anggaran 2026. Anggaran sudah ada 2025, sekarang kita proses melaksanakan anggaran 2025” jawab Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/9).

Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti juga menjelaskan bahwa program pembagian Smart TV tersebut guna mengarahkan percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di Indonesia.

“Kalau istilahnya IFP ya istilahnya tuh IFP itu dasarnya Inpres [Instruksi Presiden] dan perpres [Peraturan Presiden]. nanti silahkan dibaca sendiri ya,” ujarnya.

Sekedar informasi, anggaran pendidikan pada tahun 2025 berdasarkan APBN 2025, mencapai sebesar Rp 722,6 triliun pada tahun 2025, nilai itu naik 24,3% dari proyeksi anggaran pendidikan yang tercatat sebesar Rp581,31 triliun.

Sebelumnya, Prabowo memastikan bahwa pemerintah akan membagikan smart TV ke 330.000 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ini. Saat ini, menurutnya, sekitar 30.000 sekolah telah menerima perangkat tersebut, dan jumlahnya akan meningkat menjadi 100.000 sekolah pada 10 November 2025.

“Sekarang kita sudah sebarkan, tapi baru mampu satu sekolah satu layar digital pintar. Tahun depan kita tambah satu sekolah tiga layar,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, bahwa perangkat ini akan menyampaikan materi pembelajaran dengan konten animasi berkualitas dan mendukung pembelajaran jarak jauh. Prabowo menilai fasilitas tersebut akan membantu sekolah di daerah terpencil yang kekurangan guru, dengan memungkinkan pengajaran oleh tenaga pengajar terbaik dari studio jarak jauh.

Penulis : Tim Edukasi Care

Editor : Ramses