Puisi Bunga dan Tembok
Puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul adalah bentuk perlawanan dan keyakinan terhadap penguasa yang sewenang-wenang dan tindakan penindasan.
Bunga dan Tembok
seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kaukehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun
rumah dan merampas tanah
seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kaukehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi
seumpama bunga
kami adalah bunga yang
dirontokkan di bumi kami sendiri
jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu
telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan: engkau harus hancur!
dalam keyakinan kami
di mana pun – tirani harus tumbang!
Solo, 1987-1988
Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963. Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
Wiji Thukul diculik dan dihilangkan sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.
Tim Literasi Global lingkarmedia.com








