IMG-20260125-WA0027

Puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul adalah bentuk perlawanan dan keyakinan terhadap penguasa yang sewenang-wenang dan tindakan penindasan.

Bunga dan Tembok

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak

kaukehendaki tumbuh

engkau lebih suka membangun

rumah dan merampas tanah

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak

kaukehendaki adanya

engkau lebih suka membangun

jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga

kami adalah bunga yang

dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga

engkau adalah tembok

tapi di tubuh tembok itu

telah kami sebar biji-biji

suatu saat kami akan tumbuh bersama

dengan keyakinan: engkau harus hancur!

dalam keyakinan kami

di mana pun – tirani harus tumbang!

 

Solo, 1987-1988

Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963. Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.

Wiji Thukul diculik dan dihilangkan sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.

Tim Literasi Global lingkarmedia.com