PVMBG Tetapkan Zona Bahaya Radius 8 Km Dari Kawah Semeru

FB_IMG_1763638191770

LINGKARMEDIA.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Semeru mengalami erupsi signifikan pada 19 November 2025, memuntahkan kolom abu dan awan panas guguran. Akibat peningkatan aktivitas ini, status gunung dinaikkan menjadi Level IV (Awas).

PVMBG menetapkan zona bahaya hingga radius 8 km dari kawah, terutama di sepanjang Besuk Kobokan. Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengevakuasi ratusan warga dari kawasan rawan serta membuka sejumlah posko pengungsian.

Kepala PVMBG, Dr. Hendra Gunawan, menyampaikan, “Aktivitas Semeru masih fluktuatif dan berpotensi menghasilkan awan panas guguran. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari bukaan kawah serta menjauhi alur sungai yang menuju ke puncak Semeru.”

Sejauh radius 8 kilo meter dari kawah, warga mengungsi kurang lebih 300 jiwa dari beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, lebih dari 100 unit mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat material vulkanik, sedangkan jalur sungai dinyatakan rawan, diantaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan sekitarnya.

Selain itu, sebanyak 178 pendaki yang berada di jalur pendakian juga berhasil diamankan. Meski demikian, operasional bandara terdekat tetap normal, namun peringatan navigasi penerbangan telah diterbitkan.

M. Iwan Hadi, Kepala BPBD Lumajang menegaskan kesiap siagaan daerah. “Evakuasi warga di zona merah telah kami tuntaskan. Pos pengungsian sudah aktif dan logistik mencukupi. Kami meminta warga tetap mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke rumah sebelum ada pernyataan aman.”

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari zona bahaya, dan terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.

Sementara, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menambahkan.”Fokus pemerintah daerah adalah keselamatan warga. Kami memastikan seluruh akses evakuasi, layanan kesehatan, dan bantuan darurat berjalan dengan baik.”

Penulis : Tim Respon Bencana

Editor : Samsu