TIM SAR Gabungan Lonsor Banjarnegara: 5 Tewas – 23 Masih Belum Ditemukan
LINGKARMEDIA.COM – Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua jenazah hari Kamis, (20/11/25). Korban meninggal dunia akibat tertimpa tanah longsoran di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengatakan, dua jenazah pertama berhasil ditemukan pukul 10.40 WIB dan jenazah kedua pukul 11.00 WIB.
“Kami kembali menemukan dua jenazah di sektor A2 dan C2, dimana untuk di sektor A2 korban tertimbun sedalam satu meter dan untuk yang di C2 ditemukan di ujung longsoran tertimbun setengah meter”, jelas Budiono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).
“Untuk identifikasi belum diketahui dan saat ini sedang dalam identifikasi di Posko antemortem di Puskesmas Pandanarum” lanjutnya.
Ia mengatakan, Tim SAR gabungan harus berpacu dengan waktu untuk melakukan pencarian, lantaran cuaca yang mendung dan dikhawatirkan turun hujan. Terlebih, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, wilayah Pandanarum diprediksi hingga dua hari ke depan (22/11/25) hujan ringan-lebat pada siang-sore.
“Untuk saat ini tim masih melanjutkan pencarian dengan di bantu 12 ekskavator. Semoga semakin cepat dan banyak korban yang ditemukan” pungkas Budiono.
Hingga saat ini masih ada 23 warga yang hilang dan masih dalam upaya pencarian usai longsor itu terjadi.
Data posko penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Pandanarum, tercatat jumlah penyintas yang mengungsi ada sebanyak 934 jiwa atau 335 KK, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan.
Para pengungsi saat ini tersebar di lima lokasi, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Gedung Muhammadiyah, serta rumah kerabat atau saudara.
Kemudian dari hasil kajian sementara atas dampak kerusakan, diperoleh data 182 rumah terdampak, dengan rincian 128 rusak ringan dan 54 rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur desa meliputi jalan sepanjang ±800 meter, jaringan listrik, saluran irigasi 670 meter, bendung satu unit, dan infrastruktur irigasi perpipaan.
Dampak bencana yang lain mencakup hilangnya 5 ekor sapi, 125 ekor kambing, 14 unit warung, dan lahan pertanian.
Pada sektor sosial, satu unit masjid mengalami kerusakan berat, sementara dua mushola mengalami kerusakan ringan.
Penulis: Tim Respon Bencana
Editor: Ramses








