Longsor Timpa 20 Rumah di Pandanarum Banjarnegara, Satu Meninggal, Ratusan Orang Mengungsi

LINGKARMEDIA.COM – Bencana tanah longsor Banjarnegara melanda Dusun Situkung, Pandanarum, Minggu sore (16/11/2025). Longsor terjadi di sebuah bukit yang mengarah ke permukiman mengakibatkan ratusan warga mengungsi. Ada beberapa pengungsi yang masih berada di kebun dan sedang dievakuasi.

Petugas gabungan dari BPBD, kecamatan, TNI-Polri, dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, mengatakan puluhan rumah terdampak material longsor.

Longsor ini berdampak pada empat RT di Dukuh Situkong. Total warga di wilayah tersebut mencapai hampir dua ratus jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara langsung bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Langkah ini diambil guna melakukan asesmen awal dan kaji cepat terhadap dampak yang ditimbulkan oleh bencana longsor.

Akibat pergerakan tanah yang masif, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dan penanganan darurat menjadi prioritas utama bagi petugas di lapangan guna memastikan keselamatan seluruh penduduk terdampak.

Pergerakan tanah dilaporkan masih terjadi pada beberapa titik, membuat warga memilih bertahan di lokasi pengungsian. Petugas menutup akses menuju area longsor untuk memastikan keselamatan warga dan mempermudah evaluasi lanjutan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, mengonfirmasi bahwa timnya telah berada di lokasi kejadian untuk menindaklanjuti laporan bencana. Upaya asesmen terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai situasi di Dusun Situkung.

Hingga Minggu pukul 16.35 WIB, data yang terkumpul menunjukkan bahwa sebanyak 179 jiwa telah mengungsi ke Pendopo Kecamatan Pandanarum. “Berdasarkan data hingga pukul 16.35 WIB tercatat sebanyak 179 jiwa mengungsi ke Pendopo Kecamatan Pandanarum. Saat ini belum terkonfirmasi adanya korban meninggal dunia,” ujar Aji Piluroso.

Pihak BPBD Banjarnegara juga masih terus melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Informasi mengenai kerugian material ini sangat penting untuk perencanaan bantuan dan rehabilitasi pasca-bencana.

Situasi di lokasi pengungsian terus dipantau untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga dilakukan untuk menyediakan bantuan logistik dan medis yang diperlukan.

Momen-momen mencekam saat kejadian tanah longsor di Banjarnegara sempat terekam dalam beberapa video amatir yang beredar luas. Salah satu rekaman berdurasi 26 detik menunjukkan kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri.

Video tersebut memperlihatkan pergerakan tanah dari atas bukit yang lokasinya tidak jauh dari permukiman penduduk. Suara teriakan dan kepanikan menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana alam ini.

Dalam rekaman video lainnya yang berdurasi 13 detik, terlihat jelas sebuah bangunan rumah yang sudah tertimbun material longsoran tanah. Narator dalam video tersebut juga menjelaskan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi, menambah kekhawatiran akan potensi longsor susulan.

Visualisasi dari video-video ini memberikan gambaran nyata tentang skala kerusakan dan ancaman yang dihadapi warga Pandanarum. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Upaya Mitigasi dan Pemulihan Pasca Bencana Tanah Longsor
Setelah penanganan darurat, fokus selanjutnya adalah pada upaya mitigasi dan pemulihan pasca bencana tanah longsor di Banjarnegara. BPBD bersama instansi terkait akan melakukan kajian geologi untuk mengidentifikasi potensi longsor susulan dan area rawan lainnya.

Edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda awal longsor dan langkah-langkah evakuasi mandiri juga akan terus digalakkan. Hal ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi untuk merencanakan bantuan rehabilitasi bagi warga terdampak, termasuk perbaikan infrastruktur dan penyediaan hunian sementara jika diperlukan. Prioritas utama adalah mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat agar kembali normal secepatnya.

 

Penulis: Tim Respon Bencana

Editor: Ramses