Status & Situasi Terkini Erupsi Gunung Semeru

IMG-20251128-WA0031

LINKARMEDIA.COM – Erupsi Gunung Semeru dilaporkan meletus 4 kali. Hal ini bersumber dari laman MAGMA Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pukul 11.00 WIB, Rabu, 29 Oktober 2025,

Paling aktual terjadi pukul pukul 09.09 WIB. Gunung Semeru Meletus dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati. Kendati demikian, erupsi Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 93 detik.

Sebagaimana diwartakan laman MAGMA Indonesia, letusan Gunung Semeru hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025, paling awal terjadi pukul 00.25 WIB.

Tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati menunjukkan warna putih hingga kelabu. Intensitas sedang ke arah barat daya. Kemudian Gunung Semeru meletus lagi hari ini untuk kedua kali pada pukul 05.25 WIB.

Tinggi kolom abu erupsi Gunung Semeru teramati ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu. Intensitas sedang ke arah selatan.

Sementara erupsi Gunung Semeru hari ini yang ketiga kali tercatat pukul 05.52 WIB. Tinggi kolom abu Gunung Semeru Meletus hari ini teramati mencapai ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.

Sementara erupsi keempat Gunung Semeru hari ini, Rabu (29/10), terjadi pukul 09.09 WIB. Tinggi kolom erupsi Gunung Semeru tidak teramati.

Erupsi Gunung Semeru hari ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 93 detik.

Update Status & Situasi Terkini Gunung Semeru

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menempatkan status Gunung Semeru hari ini pada Level II (Waspada).

Level II menunjukkan bahwa hHasil pengamatan visual dan instrumental mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung api dikatkan bisa saja mengalami erupsi.

Sementara menyikapi situasi terkini Gunung Semeru, sejumlah rekomendasi yang diberikan untuk masyarakat. Di antaranya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara. Wilayahnya mencakup sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Alasannya adalah berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Kemudian tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Hal ini dilakukan karena rawan bahaya lontaran batu (pijar).

Berikut rekomendasi lengkap terkait situasi terkini Gunung Semeru hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025:

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

2. Tidak beraktivitas dalam radius 2,5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Penulis: Tim Respon Bencana

Editor: Panji