Konsep Tradisional, Latar Manahayu Jadi Pusat Bisnis Desa Giripurno

IMG-20250802-WA0063

Kota Batu, lingkarmedia.com – Sebagai upaya peningkatan PAD desa, BUMDes Giripurno membangun pusat bisnis berupa tempat Penginapan dan Resto di jalan Arjuno nomor 05 Dusun Girimulyo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pusat bisnis desa yang berlebel ” Latar Manahayu” yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TkD) ini menjadi tempat tujuan awal wisatawan baik lokal maupun luar negeri yang berkunjung ke Desa Giripurno.

Latar Manahayu yang merupakan salah satu unit usaha dari BUMDes ini berdiri sejak 2019 dan mulai beroperasi pada 2022. Awalnya tempat ini dikelola BUMDes bermitra dengan Sontoloyo Group hingga akhir 2023, dan awal 2024 dikelola sepenuhnya oleh BUMDes.

Hal ini seperti disampaikan Direktur Utama BUMDes, Ahmad Rizal Aulia Ramadhan (25) saat ditemui awak media di tempat kerjanya pada Jum’at (1/8/2025) sore.

Ahmad Rizal mengaku sejak dirinya dipercaya menjadi Dirut BUMDes pada 2023, berhasil melakukan take over. “Waktu saya masuk BUMDes pada 2023 belum seratus persen, kita masih bermitra dengan Sontoloyo Group sebagai pihak ketiga. Dan pada awal 2024 saya berani take over semuanya agar ke depannya bisa lebih maksimal”.

Menurut Ahmad Rizal yang juga pengelola latar Manahayu menerangkan bahwa pihaknya menyajikan konsep tradisional yakni Kembali Ke Rumah Nenek. “Awalnya hanya cottage sederhana dengan nuansa tradisional seperti kembali ke rumah nenek”.

Manahayu dalam bahasa Sansekerta berarti hati yang baik memiliki moto ” Makan Enak Istirahat Nyenyak “, Manahayu menawarkan nuansa tradisional baik dari bangunan hingga menu makanan, minuman yang disajikan.

Pusat bisnis yang memiliki 8 cottage terdiri 3 type family room dan 5 type coppel room, hall dan resto ini merupakan usaha bisnis khas kebanggaan Desa Giripurno. Hal ini disampaikan Ahmad Rizal kepada awak media,” Manahayu ini menjadi potensi khas kebanggaan dari Desa Giripurno itu sendiri”.

“Di sini kami menawarkan suasana dengan view yang menurut saya sangat mahal yang tidak didapat semua orang itu salah satu unit selling point kami. Kita juga menyediakan masakan khas rumahan, kita ingin memberikan experience kepada costumer kami seperti kembali ke rumah nenek, masakan nenek dengan suasana hangat, kekeluargaan, aman, nyaman dan tentram”, ujar Ahmad Rizal.

Selain itu, Manahayu ini juga menggandeng beberapa produk UMKM sekitar seperti jamu dan kopi. Ditambahkannya, Ahmad Rizal berharap lada pendampingan dari Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata. Semenjak berdirinya Manahayu, Ahmad Rizal mengaku hingga saat ini jalan masuk dari jalan utama menuju lokasi belum terpasang lampu penerangan jalan umum yang memadai, dirinya berharap hal ini mendapat perhatian dari instansi terkait.

Sementara , jam operasional dari pada Latar Manahayu mulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas tamu bisa mencapai 150 orang pengunjung.

Untuk Reservasi:

WhatsApp : 0856 77708 78 

Instagram :  dapurmanahayu

TIKTOK.     : Latar Manahayu

(Ji)