Selamatan Suro Agung Desa Bulukerto, “Santata Indriya Hanggatra Puja”

IMG_20250722_074330

Kota Batu, lingkarmedia.com – Rangkaian acara peringatan Suro Agung, Desa Bulukerto Kota Batu menggelar Selamatan Suro Agung dengan mengangkat tema ” Santata Indriya Hanggatra Puja ” yang bermakna “menata kembali dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga dan pemerintahan”. Selamatan ini digelar di Home Stay Lembah Permata, Jalan Matasim, RT 03 RW 02, Dusun Keliran, Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji kota Batu, pada Senin (21/7/2025) malam.

Hadir dalam selamatan Suro Agung ini diantaranya Forkopimcam Bumiaji, Dinas Pariwisata, Kejaksaan Negeri Batu, Kasdim 0818, Kemenag, Dewan Kesenian dan Kebudayaan, Kasepuhan Kota Batu, Lembaga Adat, Tokoh Agama, Budaya serta Gusdurian.

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Adat Desa Bulukerto,Ki Misto Hadi, menyampaikan peringatan Suro Agung merupakan budaya yang sampai saat ini tetap dipertahankan masyarakat Desa Bulukerto. ” Peringatan Suro Agung merupakan budaya yang selalu dilakukan setiap tahunnya, kegiatan ini dipertahankan hingga saat ini”.

Dihadapan yang hadir, Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan mengajak masyarakat untuk membiasakan diri selalu rendah hati. “Semoga kita tetap bisa menjaga budaya kebersamaan dan dapat membangun kerukunan, toleransi antar agama. Dengan ruang-ruang budaya inilah kita dapat membangun kerukunan”.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo memaparkan kegiatan ini merupakan wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ” Dengan perkembangan budaya yang semakin modern ini, budaya harus dilestarikan agar budaya tetap ada”. Selain itu, Thomas juga memberikan apresiasi kegiatan selamatan suro agung yang dilaksanakan.

Agenda selamatan ini, menurut Kepala Desa Bulukerto Suhermawan, S.Ikom, saat ditemui awak media usai acara mengatakan, ” acara-acara semacam ini adalah sarana untuk mempersatukan segala perbedaan, baik suku, agama dan ras, ataupun keyakinan”.

“Selain itu menjadi ruang tunggu bersama, dimana pola kebersamaan, mempererat melalui kesadaran untuk terus menerus berjuang dalam waktu demi waktu mencapai kemakmuran bersama”, tambahnya.

Lebih lanjut, Suhermawan berharap dengan adanya lembaga adat yang ada dapat menjadi icon dari Desa Bulukerto. ” Dengan adanya lembaga budaya ini bisa menjadi icon Bulukerto dalam melestarikan budaya”.

Sementara, Ariono yang biasa disapa Romo Ariono, kepada awak media menyampaikan bahwa acara selamatan yang dilakukan setiap tahunnya ini dihadiri para pemerhati dan penggiat budaya dari luar Kota Batu.

“Yang bukan hanya dari Kota Batu, tapi ada saudara-saudara penggiat dan pemerhati budaya baik dari Malang Raya, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Nganjuk serta dari Jawa Tengah”, ungkap Romo Ariono

Sebagai pemilik Home Stay Lembah Permata yang sekaligus penggerak Selamatan Suro Agung ini, Romo Ariono menjelaskan acara ini tidak hanya dilakukan pada malam 1 Suro saja, tetapi saat 25 Suro pun diadakan. “Dalam tahun baru suro itu ada tiga kalender yang membuat patokan untuk hitungan kalender, ada tahun baru Hijriyah, tahun baru Saka dan tahun baru Jawa. Itu semuanya tahun barunya diperingati di tahun baru suro ini”.

Dari adanya tiga penanggalan tersebut, perayaan tahun baru suro di Desa Bulukerto terdapat tiga tradisi perayaan tahun baru sekaligus. “Ini tradisi yang sudah lama turun menurun di wilayah kami dan dilakukan setiap tahunnya. Budaya ini terus kami pertahankan, kebetulan perayaan di tempat ini sudah keenam kalinya”.

Romo Ariono berharap generasi muda dapat melanjutkan budaya asli yang merupakan kearifan lokal. ” Dengan acara budaya seperti ini bisa meriah, dan saya berharap generasi muda kedepannya mau uri-uri adat atau tradisi Jawa khususnya di bidang ritual dan spiritual menurut tradisi dan budaya Jawa. Dan kami menaruh dukungan besar dari pemerintah desa hingga pusat. Karena di pusat sudah ada kementrian kebudayaan, apa salahnya kita di bawah naungan dan binaan dari kementerian kebudayaan khususnya di Kota Batu”.

Perayaan Suro Agung kali ini, ditandai dengan penyerahan bibit pohon Bulu yang merupakan simbol sejarah dari Desa Bulukerto, dimana Bulu dimaknai “Kayu” dan Kerto berarti “Damai atau Sejahtera” .

(Ji)