Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Massa BEM Se-Indonesia Turun ke Patung Kuda Bawa Lima Tuntutan

IMG_20260612_065947

LINGKARMEDIA.COM – Warga Jakarta yang akan beraktivitas di pusat ibu kota pada Jumat (12/6/2026) diimbau untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas. Pasalnya, massa gabungan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Aksi demonstrasi tersebut direncanakan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diperkirakan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sejumlah ruas jalan utama di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) berpotensi mengalami kepadatan kendaraan akibat konsentrasi massa dan pengamanan yang dilakukan aparat.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/icw-soroti-potensi-pembajakan-kebijakan-dan-kekebalan-hukum-dalam-pengelolaan-danantara/

Lokasi aksi yang berada di jantung ibu kota membuat sejumlah titik strategis diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan. Jalan Medan Merdeka Barat yang menjadi pusat kegiatan diperkirakan akan dipadati peserta aksi maupun kendaraan pengamanan.

Selain itu, arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin, terutama di sekitar Simpang Sarinah, berpotensi mengalami perlambatan. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) juga diperkirakan terdampak karena menjadi salah satu jalur yang dilalui peserta aksi menuju titik demonstrasi.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Tidak hanya itu, kawasan Harmoni yang memiliki akses langsung menuju Jalan Medan Merdeka Barat diprediksi mengalami kepadatan kendaraan. Warga yang berencana melintas di sekitar Monas dan kawasan perkantoran pusat pemerintahan diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Aksi unjuk rasa kali ini digelar oleh aliansi mahasiswa dari berbagai kampus yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Massa mahasiswa berencana menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi, mimbar bebas, dan berbagai bentuk aksi damai lainnya.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Anandaku Dimas Rumi, memastikan bahwa seluruh elemen BEM di lingkungan Universitas Indonesia akan turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Menurut Dimas, sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan kelompok pergerakan nasional juga telah menyatakan kesediaannya untuk turun ke jalan dalam demonstrasi hari ini.

“Sejauh ini aliansi yang sepakat akan turun adalah aliansi BEM se-UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, hingga Semar UI,” ujar Dimas kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Meski demikian, pihak penyelenggara belum dapat memastikan jumlah peserta yang akan hadir. Hal itu karena proses konsolidasi mahasiswa dari berbagai daerah dan organisasi masih berlangsung hingga menjelang pelaksanaan aksi.

Dimas menjelaskan bahwa sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok pergerakan yang ikut dalam konsolidasi nasional masih melakukan pendataan akhir terkait jumlah peserta yang akan diberangkatkan ke lokasi demonstrasi.

“Beberapa organisasi dan simpul pergerakan yang ikut konsolidasi nasional di Kampus UI masih akan memastikan kehadiran dan estimasi massa yang ikut di rapat malam ini,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai organisasi mahasiswa yang menilai sejumlah kebijakan pemerintah perlu dievaluasi.

Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mahasiswa menilai penggunaan anggaran negara harus lebih difokuskan pada kebutuhan prioritas masyarakat.

Kedua, mahasiswa menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Ketiga, massa aksi meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, program-program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh terkait efektivitas dan penggunaan anggarannya.

Tuntutan keempat adalah menghentikan praktik militerisme di ranah sipil. Mahasiswa menilai perlu ada batas yang jelas antara fungsi sipil dan militer dalam sistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Sementara tuntutan kelima adalah meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui berbagai persoalan yang terjadi dalam pemerintahan dan tidak menghindari kritik yang berkembang di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan peserta aksi, massa mahasiswa diperkirakan mulai bergerak menuju kawasan Patung Kuda menjelang waktu Salat Jumat. Kondisi tersebut berpotensi menambah kepadatan arus lalu lintas pada siang hari, terutama di jalur-jalur utama menuju pusat kota.

Aparat kepolisian diperkirakan akan melakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan di sejumlah titik guna memastikan aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Warga yang memiliki keperluan di sekitar kawasan Monas, Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Harmoni, maupun Bundaran HI disarankan untuk memantau perkembangan lalu lintas secara berkala dan menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan.

Aksi demonstrasi mahasiswa ini menjadi salah satu agenda besar yang diperkirakan menarik perhatian publik karena melibatkan berbagai elemen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan membawa isu-isu nasional yang tengah menjadi sorotan masyarakat. Dengan tingginya mobilisasi massa yang diperkirakan terjadi sepanjang hari, pengguna jalan di pusat Jakarta diminta untuk mengatur waktu perjalanan agar terhindar dari potensi kemacetan.

 

Penulis: Indra

Editor: Ramses