UBSI Dampingi Kelompok Tani di Bogor Olah Limbah Sawit dan Terapkan Smart-Mushroom House Berbasis IoT

IMG_20260603_155420

LINGKARMEDIA.COM – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai Program Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan tersebut diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi program bersama mitra Kelompok Tani Barokah Harapan Kita di Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani setempat.

Tim PkM UBSI dipimpin oleh Taufik Baidawi sebagai Ketua Tim Pengusul, dengan anggota dosen Endang Wahyudi dan Nurullah Afif Sururi. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UBSI, yakni Asaddullah Al Haddad, Alif Rizki Dhaulagiri, Arifa Nofriyaldi Chan, dan Adrian Nugraha.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/polres-batu-gelar-sertijab-sejumlah-pejabat-utama-dan-kapolsek-kapolres-tekankan-adaptasi-cepat-di-kota-wisata/

Dalam kesempatan tersebut, Taufik Baidawi menjelaskan bahwa program pengabdian ini dirancang untuk menjawab dua persoalan utama yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Argapura. Pertama, melimpahnya limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Kedua, tingginya angka gagal panen budidaya jamur akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, para petani juga menghadapi tantangan berupa tingginya Harga Pokok Produksi (HPP) karena mahalnya harga media tanam atau baglog yang harus dibeli dari luar daerah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keuntungan usaha budidaya jamur yang dijalankan kelompok tani.

“Melalui program hilirisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ini, kami mendampingi Kelompok Tani Barokah Harapan Kita untuk mengonversi limbah TKKS menjadi media tanam mandiri dengan bantuan mesin shredder. Intervensi ini ditargetkan mampu menekan biaya operasional produksi dan meningkatkan pendapatan petani,” ujar Taufik.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurutnya, pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan baku media tanam tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjadi solusi ramah lingkungan dalam mengurangi penumpukan limbah pertanian. Dengan adanya teknologi tersebut, kelompok tani diharapkan mampu memproduksi media tanam sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar.

Tak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tim PkM UBSI juga memperkenalkan inovasi berbasis teknologi digital bernama Smart-Mushroom House. Sistem ini dirancang untuk membantu petani menjaga kondisi ideal dalam kumbung jamur melalui pengaturan suhu dan kelembapan secara otomatis.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Endang Wahyudi, anggota tim dosen yang membidangi sistem informasi, menjelaskan bahwa Smart-Mushroom House mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 DevKit V1 dan sensor DHT22. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan kumbung secara real-time.

“Dengan otomatisasi ini, perangkat Mist Maker dan kipas pembuang panas akan menyala secara otomatis ketika suhu ruang melewati batas yang telah ditentukan. Petani juga dapat memonitor kondisi kumbung secara langsung melalui smartphone,” jelas Endang.

Ia menambahkan, penerapan teknologi IoT di sektor pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan kondisi suhu dan kelembapan yang lebih stabil, risiko gagal panen dapat ditekan sehingga hasil produksi jamur menjadi lebih optimal.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Pada kunjungan perdana tersebut, tim UBSI tidak hanya memberikan pemaparan terkait teknologi yang akan diterapkan. Mereka juga melakukan observasi lapangan, penentuan titik instalasi infrastruktur pendukung, serta pengumpulan data dasar melalui kuesioner yang diberikan kepada anggota kelompok tani.

Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan dan evaluasi keberhasilan program ke depan. Pendekatan ini dilakukan agar solusi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ke depan, program ini tidak hanya menyentuh aspek hulu atau produksi, tetapi juga hilirisasi pemasaran. Tim UBSI berencana memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital untuk pemasaran produk, sekaligus mendampingi proses pembangunan identitas merek bagi hasil budidaya jamur kelompok tani.

Melalui program tersebut, Kelompok Tani Barokah Harapan Kita akan dibantu dalam membangun branding produk jamur dengan merek “Barokah Argapura”. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Antusiasme para anggota kelompok tani terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kebutuhan serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha budidaya jamur.

Program kemitraan antara UBSI dan Kelompok Tani Barokah Harapan Kita ini diharapkan tidak hanya mampu menciptakan ketahanan pangan dan mengatasi persoalan limbah sawit, tetapi juga menjadi fondasi transformasi digital di sektor pertanian pedesaan. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat desa diharapkan semakin mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Dasep Juarsa

Editor: Samsu