Meteran PLN Pasangan Lansia di Nias Dicabut, Picu Keprihatinan Warga
LINGKARMEDIA.COM – Pasangan lansia di Desa Orahua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, dilaporkan harus membayar denda setelah didatangi petugas yang mengaku dari pihak PLN.
Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat setelah dibagikan melalui media sosial. Banyak warganet menyoroti kondisi pasangan lansia tersebut yang dikenal hidup sederhana dengan penggunaan listrik yang sangat terbatas.
Peristiwa bermula ketika beberapa petugas PLN mendatangi rumah pasangan lansia tersebut untuk melakukan pemeriksaan terhadap meteran listrik.
Kedatangan petugas PLN tersebut memicu perhatian warga setempat karena berujung pada pencabutan meteran listrik yang terpasang di rumah pasangan lansia itu. Kemudian berujung pada permintaan biaya penggantian alat.
Berdasarkan penjelasan dari keluarga, pasangan lansia tersebut sebelumnya pernah mengajukan permohonan agar meteran listrik di rumah mereka dapat masuk dalam kategori subsidi pada Februari 2025. Namun permohonan tersebut disebut tidak disetujui oleh pihak terkait.
Disebutkan bahwa dalam kesehariannya, mereka hanya menggunakan beberapa peralatan listrik sederhana. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi listrik di rumah pasangan lansia tersebut relatif kecil.
Meski demikian petugas datang tetap mempertanyakan kondisi tersebut. Berdasarkan keterangan yang beredar, petugas mempertanyakan mengapa token listrik tidak cepat habis dan jarang diisi. Hal tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya masalah pada meteran listrik yang digunakan di rumah pasangan lansia tersebut.
Namun warga yang berada di lokasi mencoba menjelaskan bahwa pasangan lansia tersebut memang dikenal hidup sederhana dan menggunakan listrik secara sangat hemat.
Meski telah mendapat penjelasan dari warga, petugas disebut tetap mengambil tindakan dengan mencabut meteran listrik yang lama.
Akhirnya meteran listrik lama dicabut dan kemudian diganti dengan meteran baru. Pasangan lansia tersebut juga diminta membayar sejumlah biaya yang dinilai cukup besar bagi kondisi ekonomi mereka.
Warga sekitar merasa prihatin setelah mengetahui bahwa uang sebesar Rp 600 ribu itu bahkan diambil dari tabungan BLT yang sebelumnya diterima oleh pasangan lansia tersebut.
Kondisi ini memicu keprihatinan warga sekitar karena pasangan lansia tersebut dinilai hidup dalam keterbatasan.
Banyak warga menilai bahwa pasangan lansia tersebut seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih bijaksana mengingat kondisi ekonomi mereka. Warga berharap ada penjelasan resmi dari pihak Perusahaan Listrik Negara mengenai prosedur dan aturan yang berlaku dalam kasus tersebut.
Hingga saat ini, pihak PLN setempat maupun pusat belum memberikan konfirmasi atau klarifikasi resmi terkait kebenaran peristiwa tersebut serta prosedur penarikan biaya penggantian meteran bagi pelanggan subsidi.
Penulis: Tim Ekopol
Editor: Ramses








