Apa itu Desil, Siapa yang Menentukan dan Kenapa Bisa Berubah?

IMG-20260213-WA0244

LINGKARMEDIA.COM – Memasuki tahun 2026, pemerintah terus memperketat akurasi data kemiskinan agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Memahami posisi Desil adalah langkah awal mengetahui apakah masuk dalam kriteria penerima manfaat atau tidak.

Pengertian Tentang Desil?

Secara harfiah, Desil adalah istilah statistik yang membagi kelompok data menjadi sepuluh bagian yang sama besar. Dalam konteks kesejahteraan sosial di Indonesia, Desil digunakan untuk mengelompokkan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonominya.

Singkatnya, seluruh populasi penduduk diurutkan dari yang paling miskin hingga yang paling kaya, lalu dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok mewakili 10 persen dari total jumlah penduduk.

Nilai Desil tidak muncul begitu saja. Data desil bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Penentuan ini dilakukan Kemensos melalui sistem DTKS dengan mengacu pada hasil verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan Dinsos serta data dari Registrasi Sosial Ekonomi.

Proses penentuan ini melibatkan berbagai variabel, mulai dari kondisi fisik rumah, aset yang dimiliki, pengeluaran bulanan, hingga jumlah tanggungan dalam satu keluarga.

Pengelompokan Desil dalam DTKS Dalam penyaluran bansos, pemerintah biasanya fokus pada kelompok Desil terbawah. Berikut adalah pembagian kelompoknya:

Desil 1: Sangat Miskin

Masyarakat yang berada di posisi ekonomi paling dasar. Kelompok ini menjadi prioritas utama untuk semua jenis bansos karena kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian.

Desil 2: Miskin

Mereka yang memiliki pendapatan rendah dan sangat rentan terhadap guncangan ekonomi, seperti kenaikan harga sembako.

Desil 3: Hampir Miskin

Kelompok yang tidak tergolong miskin ekstrem, namun sangat rawan jatuh miskin jika terjadi PHK atau masalah ekonomi lainnya.

Desil 4: Rentan Miskin

Kondisinya relatif stabil secara ekonomi, namun masih dianggap layak menerima bantuan dalam kondisi tertentu seperti bantuan pendidikan atau kesehatan.

Desil 5: Pas-pasan

Berada di ambang batas aman. Biasanya memiliki pekerjaan tetap, tapi penghasilannya pas-pasan untuk kebutuhan hidup, sehingga masih berpeluang dapat beberapa jenis bantuan.

Desil 6-10

Sudah dianggap cukup sejahtera dan aman dari risiko kemiskinan, sehingga tidak masuk dalam prioritas penerima bansos reguler.

Pemerintah menetapkan batasan desil tertentu dalam setiap program bantuan sosial agar penyalurannya tepat sasaran. Umumnya, kelompok Desil 1 hingga Desil 5 menjadi prioritas utama penerima bansos. Berikut daftar program beserta target desilnya.

– PKH (Program Keluarga Harapan): Desil 1 – 4

– BPNT (Sembako): Desil 1 – 5

– PBI-JK (Kesehatan): Desil 1 – 5

Cara Cek Desil dan Status Bansos

Jika ingin mengetahui apakah nama Kamu masuk dalam kategori penerima bantuan dan berada di kelompok mana, bisa melakukan pengecekan secara mandiri melalui kanal resmi Kemensos. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Kini masyarakat tidak perlu datang ke kantor desa hanya untuk mengecek status bantuan. Pengecekan bisa dilakukan secara online. Berikut cara mengecek desil dan penerima bansos secara online.

1. Lewat Website

Klik situs cekbansos.kemensos.go.id.

Pilih wilayah domisili sesuai KTP.

Ketik nama lengkap sesuai KTP.

Input kode captcha yang muncul di layar.

Klik Cari Data. Hasilnya akan menunjukkan Anda terdaftar di bansos apa dan status Desil penerima.

2. Lewat Aplikasi Cek Bansos

Unduh aplikasi resmi Cek Bansos di Play Store atau App Store.

Buat akun baru menggunakan NIK, nomor KK, serta unggah swafoto dengan KTP.

Setelah verifikasi akun selesai, login dan masuk ke menu Profil.

Di sana penerima bisa melihat kategori desil dan detail bantuan yang diterima.

Jika ingin mengetahui angka Desil secara spesifik untuk kebutuhan administratif, bisa menanyakan ke operator DTKS di kantor kelurahan/desa setempat melalui sistem SIKS-NG.

Data Desil bersifat dinamis. Artinya, posisi seseorang bisa bergeser setiap tahunnya jika terjadi perubahan kondisi ekonomi, seperti mendapatkan pekerjaan tetap atau adanya pemutakhiran data dari lingkungan RT/RW melalui Musyawarah Desa.

Data desil bersifat dinamis dan terus diperbarui secara berkala (biasanya sebelum tanggal 26 setiap bulan). Posisi seseorang bisa bergeser setiap tahunnya jika terjadi perubahan kondisi ekonomi, seperti mendapatkan pekerjaan tetap atau adanya pemutakhiran data dari lingkungan RT/RW melalui Musyawarah Desa. Jika merasa kategori desil tidak sesuai kondisi ekonomi, penerima bisa melakukan langkah berikut.

– Lakukan sanggahan mandiri melalui fitur “Usul-Sanggah” di aplikasi Cek Bansos.

– Lapor ke operator desa dengan menghubungi petugas SIKS-NG di desa/kelurahan untuk melakukan pemutakhiran data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

Perubahan kategori desil dapat mempengaruhi pencairan bantuan sosial. Karena itu, masyarakat disarankan rutin mengecek status desil dan memastikan data kependudukan di Dukcapil tetap aktif dan sinkron agar tidak kehilangan hak bantuan

Penulis: Tim Ekopol

Editor: Ramses