Yayasan Buddha Tzu Chi Sumbang 2500 Rumah Untuk korban Banjir Sumatera

IMG-20251219-WA0041

LINGKARMEDIA.COM – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan 2500 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi rakyat yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan sebanyak 2.603 huntap akan dibangun dari dana CSR tanpa APBN. Dengan rincian 2.500 unit dari yayasan Buddha Tzu Chi dan 103 unit dari dana pribadi Menteri PKP, akan dialokasikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Rabu terkait sumbangan dari yayasan Buddha tersebut.

Pernyataan itu disampaikan M Nasir usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), beserta Pemerintah Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor,” ujarnya.

M Nasir merincikan, bantuan seribu unit rumah hunian tetap ini akan dialokasikan secara spesifik untuk dua kabupaten yang terdampak parah.

Diantaranya, 722 unit diperuntukkan bagi korban bencana Aceh Utara. Sedangkan sisanya sebanyak 278 unit dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Aceh Tamiang.

Ia menambahkan, pemerintah Aceh bakal menyediakan lahan yang dialokasikan untuk pembangunan seribu unit rumah hunian tetap tersebut. Huntap ini, tidak hanya fokus pada unit rumahnya saja, melainkan juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang memadai.

Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan lahan serta fasilitas esensial, termasuk pembangunan jalan menuju kompleks perumahan, penyediaan fasilitas listrik, dan memastikan akses air bersih yang layak bagi para calon penghuni.

“Kelengkapan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu warga korban bencana untuk segera memulai kehidupan baru yang lebih stabil dan nyaman,” katanya.

Meskipun seribu unit itu tahap pertama, pihaknya menyambut gembira sumbangan ini, dan mendorong semua unsur untuk mempercepat proses pembangunan serta pengerjaannya.

Diharapkan, masyarakat terdampak yang saat ini sangat membutuhkan, dapat segera menempati hunian tetap tersebut, sehingga kehidupan mereka bisa pulih lebih cepat.

“Sisanya (kebutuhan huntap) akan dibangun yang bersumber dari APBN atau lembaga untuk kabupaten/kota lainnya,” demikian M Nasir.

Di provinsi Sumatera Utara (Sumut),  Gubernur Bobby Nasution juga menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan 1.000 hunian tetap untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumut oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

Bobby Nasution menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan 1.000 hunian tetap untuk korban banjir dan longsor di Sumut.

Sementara itu pemerintah pusat menyatakan masih belum membutuhkan bantuan luar negeri dalam upaya menangani banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumbar), dan Sumatra Barat (Sumbar). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan pemerintah saat ini lebih memusatkan upaya penanganan pada pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Penulis: Tim Respon Bencana

Editor: Ramses