Setelah PHK Buruhnya, Pabrik Nike dan Adidas Direlokasi ke Jateng
Jakarta, lingkarmedia.com – PT Vicory Chingluh Indonesia, pabrik yang merupakan pemasok utama sepatu merek internasional Nike di Pasar Kemis, Tangerang, resmi merumahkan 2.804 karyawannya pada akhir Oktober 2025.
Setelah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pabrik alas kaki merek Nike dan Adidas lalu direlokasi dari Tangerang ke Jawa Tengah.
Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno, membenarkan kabar menyedihkan ini.
Menurut Unang, pihak perusahaan beralasan PHK terpaksa dilakukan karena adanya penurunan pesanan ekspor secara drastis. Penurunan ini dipicu oleh keluhan dari pembeli luar negeri yang mengembalikan produk karena adanya penurunan kualitas hasil produksi. Kondisi ini berdampak langsung pada volume produksi pabrik.
Meskipun perusahaan menawarkan kompensasi, serikat buruh menilai kebijakan PHK ini tidak transparan dan berpotensi merugikan pekerja. Mereka mendesak Pemerintah, khususnya Kementerian Tenaga Kerja, untuk segera turun tangan mengawasi proses penyelesaian hak-hak pekerja secara adil dan mencari solusi strategis guna mencegah gelombang PHK lanjutan di industri sepatu berorientasi ekspor. I
Menteri Perindustrian (Memperin), Agus Gumiwang meminta maaf atas relokasi pabrik sepatu tersebut ke Jawa Tengah dan menyampaikan hal tersebut tidak menjadi masalah asal relokasi masih di wilayah Indonesia dan tidak ada pengurangan kapasitas.
“Kalau relokasi pabrik, ini saya harus menyampaikan dengan segala rasa hormat dan mohon maaf,” ujar Agus usai acara Penandatangan Nota Kesepahaman Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), di Kantor Kemenperin, Jakarta Pusat, Selasa (11/11).
“Bagi kami di Kemenperin, relokasi pabrik asal dia tidak ada pengurangan kapasitas, enggak ada masalah asal dia relokasinya di NKRI,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan perusahaan mempunyai cara perhitungan untuk menekan biaya produksi (cost of production) sehingga produk bisa lebih kompetitif.
“Perusahaan itu kan mempunyai cara untuk menghitung yang paling penting adalah komponen cost of production, itu ada detailnya, itu ada berapa biaya untuk tenaga kerja, berapa biaya untuk bahan baku. Yang paling penting untuk pengusaha yang pasti dia cari caranya bagaimana untuk menekan cost of production sehingga produk mereka bisa lebih kompetitif,” tutup Agus.
Sebelumnya, Kemenperin mengungkap upah pekerja menjadi alasan pabrik Nike dan Adidas hengkang dari Tangerang.
Penulis : Ramses
Editor : Samsu








