” Saat Aku Kehilangan Kau “

IMG-20251221-WA0104

Karya : Ernesto Cardinal

Saat aku kehilangan kau,

kita berdua menyudahi makna kehilangan:

aku lakukan itu karena dahulu kau lah yang paling kucintai,

begitu pun kau, karena aku lah yang paling kau cintai.

Tapi, di antara kita berdua, kau lah yang paling kehilangan,

karena aku sanggup mencintai insan lain layaknya aku mencintai kau,

Namun tak ada yang akan mencintai kau sebagaimana yang kulakukan

…….

Aku Tak Suka Perhiasan

…….

Karena sajak lah yang sanggup menaklukkan

…….

Yang Ku sepakati

Meneriak kan Kebebasan di jalanan!

tak tabu dengan perjuangan bersenjata

aku terlibat dalam pemberontakan April

namun terkesima saat aku melewati rumah kau

kau hanya melirik sekilas

membuatku gemetar.

 

Kau Dibangunkan oleh Suara Rentetan Tembakan

Kau dibangunkan oleh suara rentetan tembakan

Pagi hari yang bising suara kapal

sepertinya, di luar sana, ada revolusi

ternyata, ulang tahun seorang tiran.

 

Kau yang Bangga

Kau bangga pada sajak-sajak ku

Bukan karena aku yang menuliskannya

Tapi karena ada yang mengilhami kau

Walaupun mereka menindas kau

Kau lah ilham bagi sajak terbaik

Kau mampu mengilhami sajak terbaik

 

Kau Telah Bekerja Keras

Buruh

Kau telah bekerja keras selama dua puluh tahun

Demi dua puluh juta peso

Sekarang akan kami berikan dua puluh juta peso

Tapi jangan bekerja

Karena kau telah bekerja keras.

 

Ernesto Cardinal. Ia seorang penyair dan juga pastor Nikaragua yang, untuk memenangkan tuntutannya akan keadilan sosial, kemudian bergabung dengan gerakan kiri Sandinista melawan diktator Samoza. Dilantik sebagai Menteri Kebudayaan pertama. Mengundurkan diri dari partainya tahun 1995. Dia juga pendiri dan Presiden Kehormatan Yayasan Sastra Budaya di Nicaragua. Menulis puisi-puisi dalam bahasa Spanyol, termasuk sastrawan terkemuka Amerika Latin saat ini.

 Tim Literasi Global lingkarmedia.com