PKL dan Jukir Tolak Gate Parkir Area Alun-Alun, Uji Coba Akan Dilakukan
Kota Batu, lingkarmedia.com – Kurang lebih 200 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) alun-alun Kota Batu dan Juru Parkir (Jukir) yang tergabung dalam Paguyuban Parkir Kota Batu melakukan unjuk rasa di depan gedung Pemkot Batu, Selasa (15/7/2025) siang.
Mereka datang membawa aspirasi terkait rencana pemberlakuan sistem Gate Parkir di lingkungan alun-alun. Menurut mereka, penerapan gate parkir di area alun-alun tersebut membuat ribet area tersebut.
Para PKL dan Jukir yang datang ke Balai Kota sekira pukul 08.30, selanjutnya sebanyak 13 orang perwakilan diterima Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, S P.,M M,, Kabid Parkir Chilman Suaidi, SE., Kasatpol PP, Abdul Rois.

Saat ditemui awak media usai perundingan, Puspita Herdisary biasa disapa Pipit selaku Koordinator PKL menyayangkan penerapan sistem gate parkir yang tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dari pihak Dishub.
“Karena ini program lama, seharusnya ada sosialisasi sebelumnya. Intinya kami satu suara untuk tetap menolak gate parkir, tapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan simulasi atau uji coba ketika weekend keberhasilannya gimana. Apakah makin menambah keruwetan atau menambah kenyamanan,” ujar Pipit.

Ditambahkannya, dalam pertemuannya dengan pihak Dishub, Pipit mengaku belum ada respon. “Belum ada respon, dilihat saja nanti masih ada jadwal susulan”.
Beberapa pedagang yang ikut unjuk rasa saat ditemui awak media merasa kuatir dengan diterapkannya sistem gate parkir akan membuat sepinya jumlah pengunjung yang datang.
“Dengan plang parkir nantinya akan mengurangi jumlah pengunjung datang. Dan ini berakibat berkurangnya pendapatan kami,” ujar salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.
Saat ditemui awak media, Hendry Suseno menerangkan bahwa kedatangan para PKL dan juru parkir untuk menanyakan kejelasan tindak lanjut pelaksanaan peraturan walikota (Perwali).

“Kedatangan mereka intinya ingin ada kejelasan terkait tindak lanjut peraturan walikota tentang gate parkir di alun-alun,” ungkap Kadishub Kota Batu.
Lebih lanjut, Hendry mengaku selama ini pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif berupa kunjungan-kunjungan ke masyarakat. “Tadi sudah saya jelaskan kepada perwakilan mereka bahwa pemasangan gate di alun-alun adalah untuk tata kelola perparkiran yang lebih baik. Sebenarnya rencana lama dan tindak lanjutnya saat ini, parkir elektronik sudah ada sejak jamannya ibu Dewanti. Hanya dalam prosesnya masih tertunda dan Perwali saat ini sudah ditandatangani, kebetulan ditandatangani oleh walikota saat ini Pak Nurochman”.
Menanggapi adanya anggapan beberapa pedagang dengan adanya gate parkir akan menimbulkan keruwetan dan sepinya pengunjung, Hendry Suseno mengatakan,”Ini adalah inovasi penting yang telah mempertimbangkan segala hal yang terkait aktivitas di alun-alun. Tidak ada satupun yang terlibat di sana dirugikan”.
Dari pertemuannya dengan perwakilan pedagang dan juru parkir, Hendry mengaku bahwa pihak dari jukir yang masih belum ada kata sepakat. ” Intinya para jukir menolak gate yang akan kami pasang, karena kekuatiran yang berlebih”.
Kepala Dinas Perhubungan ini juga menepis adanya isu yang menyatakan jumlah jukir yang akan dipekerjakan hanya 10 orang, serta isu larangan operasinya dokar. “Itu sudah kami pikirkan, sehingga dokar dan permainan odong-ondong akan kita carikan tempatnya,” tegasnya.
Hendry menambahkan, “Semua sudah kami jelaskan, tetapi belum ada kata sepakat dengan para jukir, kalau dengan PKL dan permainan serta dokar sudah tidak ada masalah. Ini rapat awal, nanti ada rapat kedua dan ketiga, juga nanti ada sosialisasi ke masyarakat yang melibatkan seluruh komponen bukan hanya jukir tetapi juga masyarakat yang tinggal di sana, ruko dan PKL,”
Pihaknya berharap pemasangan gate parkir nantinya dapat berjalan kondusif, tidak menimbulkan masalah para jukir tetap bisa bekerja.
“Kami tetap aktif menerima aspirasi-aspirasi dan masukan-masukan dari manapun juga masyarakat agar gimana pemasangan gate ini betul-betul tidak menimbulkan masalah di masyarakat,” pungkasnya.
(Ji)








