Penguatan Layanan Kesehatan Kota Batu Hingga Tingkat Desa dan Kelurahan

IMG-20260313-WA0247(1)

LINGKAMEDIA.COM – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat layanan kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan. Hal ini disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat memaparkan program penguatan layanan kesehatan daerah.

Walikota Batu Nurochman mengatakan, mulai 2025 pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat, termasuk melengkapi peralatan di seluruh posyandu. Ia mengungkapkan, dari hasil identifikasi di lapangan masih terdapat posyandu yang belum memiliki peralatan lengkap dan sebagian masih menggunakan fasilitas pinjaman.

“Karena itu pemerintah hadir untuk memastikan fasilitas kesehatan dasar, khususnya di posyandu desa dan kelurahan, dapat terpenuhi secara merata,” ujar Nurochman.

Selain itu, pemerintah juga mulai memperluas akses layanan dokter di tingkat desa melalui Polindes atau pondok bersalin desa. Saat ini, sebanyak 18 dokter telah ditugaskan untuk melayani masyarakat di 18 desa dari total sekitar 90 desa dan kelurahan di Kota Batu.

Meski belum setiap hari, layanan dokter di polindes kini sudah dapat diakses masyarakat setidaknya tiga hari dalam satu minggu. Sebelumnya, layanan di polindes umumnya hanya ditangani tenaga kesehatan non-dokter.

“Memang belum semua desa terlayani dokter, tetapi ini langkah awal. Ke depan kami ingin setiap desa minimal memiliki akses dokter, baik seminggu sekali atau dua minggu sekali,” katanya.

Pemerintah Kota Batu juga berencana meningkatkan kapasitas polindes menjadi fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap. Penguatan tersebut mencakup penambahan tenaga medis serta peralatan kesehatan agar masyarakat tidak harus selalu datang ke puskesmas.

Di sisi lain, Pemkot Batu juga mulai menjalankan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Program tersebut sudah dijalankan oleh puskesmas untuk menjangkau pasien yang tidak dapat datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Nurochman menambahkan, pemerintah juga melakukan integrasi program antar organisasi perangkat daerah, termasuk dengan Dinas Sosial Kota Batu, guna memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dapat segera tertangani.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah karena menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Selain layanan kesehatan kuratif, Pemkot Batu juga mendorong budaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga masyarakat. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan taman sehat di desa dan kelurahan sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga ringan.

“Harapannya masyarakat semakin aktif berolahraga, misalnya jalan kaki atau aktivitas fisik lainnya. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia pun berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk membantu mensosialisasikan berbagai program kesehatan tersebut kepada masyarakat luas.

“Bidang kesehatan adalah fondasi utama produktivitas masyarakat, sehingga program-program ini perlu diketahui dan didukung bersama,” kata Nurochman.

 

Penulis : Putra

Editor : Samsu