Pengangguran Muda Indonesia Yang Tertinggi di Asia
Jakarta, lingkarmedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang pada Agustus 2025.
Tingkat pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 4,91 persen, dengan pengangguran muda mencapai 17,3 persen, yang merupakan yang tertinggi di Asia.
Berdasarkan data BPS, masyarakat yang mengganggur imbas pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 58 ribu pekerja atau 0,77% dari total masyarakat yang menganggur.
Tingkat Pengangguran Terbuka
Berdasarkan data dari BPS, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2024 adalah 4,91 persen. Ini menunjukkan penurunan sebesar 0,41 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah angkatan kerja mencapai 152,11 juta orang, dengan 144,64 juta orang di antaranya bekerja.
Pengangguran Muda
Laporan dari Morgan Stanley menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda (usia 15-24 tahun) di Indonesia mencapai 17,3 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Asia.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran umum yang berkisar antara 2-7 persen di kawasan tersebut. Penyebab utama dari tingginya angka ini termasuk perlambatan ekonomi dan ketidakpastian investasi.
Tantangan di Pasar Tenaga Kerja
Tantangan yang dihadapi pasar tenaga kerja di Indonesia semakin serius, terutama dengan 59 persen pekerjaan baru dalam satu dekade terakhir berada di sektor informal, di mana banyak pekerja menerima upah di bawah standar minimum. Rasio investasi terhadap PDB Indonesia juga menurun menjadi 29 persen, yang berpotensi menghambat penciptaan lapangan kerja minimum
Meskipun ada penurunan dalam tingkat pengangguran secara keseluruhan, tantangan yang dihadapi oleh pengangguran muda dan pekerja di sektor informal tetap menjadi perhatian utama.
Dengan populasi usia kerja yang terus meningkat, penciptaan lapangan kerja yang memadai menjadi semakin penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Penulis: Ramses
Editor: Samsu








