Menuju Kampus Bertaraf Internasional, UIN Malang Resmikan Gedung Arrahim Kampus 3
Kota Batu, lingkarmedia.com – Dalam pengembangan Kampus, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang membangun gedung Arrahim yang merupakan bagian dari pengembangan Kampus 3, dimana proyek ini merupakan bagian proyek tahap kedua. Gedung Arrahim yang berada di Dusun Locari Desa Precet Kota Batu telah selesai pembangunannya dan diresmikan pada Kamis (15/5/2025) siang.
Pembangunan tahap kedua sendiri menggunakan skema Pembiayaan Hibah dan/atau Pinjaman Luar Negeri (PHLN) dari Saudi Fund for Development (SFD) dengan total anggaran kurang lebih 683 US $ atau hampir 1 triliyun.
Peresmian ini sendiri menjadi penanda penting dalam perjalanan transformasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia menuju arah lebih unggul, berkelanjutan dan bereputasi internasional.

Hadir pada acara peresmian, delegasi dari SFD diantaranya, Chief Executive Office (CEO) SFD, Sultan Abdulrahman Al Marshad. Director General of Asia Operations, Dr. Saud Alshammari. Director General of Corporate Communication, Randah Alhothali. Director of The Protocol Department, Faisal Alkhushaiban. Head of The CEO Affairs Department, Fahad Alhaqbani. Vice Ambassador of Saudi Arabia Kingdom, Ali Alhatbi dan Director of Islamic Higher Education at The Ministry of Religion Affair, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.
Sementara, sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia yang hadir pada peresmian ini antara lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Kamaruddin Amin, M.Phil. Direktur Hibah dan Pinjaman Luar Negeri Bappenas, Setyawati. Perwakilan dari Kementerian Keuangan RI. Para Rektor Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Perwakilan dari sesama penerima dana SFD, yaitu UNJ dan UNIB.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya momen bersejarah ini serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada CEO SFD, Sultan Abdulrahman Almarshad, dan seluruh delegasi yang telah hadir secara langsung di Kampus UIN Malang.
“Pembangunan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan landasan bagi masa depan pendidikan Islam yang unggul dan mendunia, pertumbuhan ekonomi lokal yang berkembang seiring hadirnya kampus, serta pengelolaan pendidikan terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar H. M. Zainuddin.
Proyek bangunan di atas lahan seluas 120 hektar tersebut dibangun dengan mitra proyek seperti, PT Pembangunan Perumahan (PT PP) selaku kontraktor utama, PT Jaya CM JV, PT Andaru Koncer Jagad sebagai konsultan manajemen dn pengawasan proyek (PMSC), dan PT Poldata Konsultan selaku konsultan perencana.
Saat ditemui awak media, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A menyampaikan bahwa pembangunan kampus 3 sudah mencapai 89%, yang diperkirakan selesai 100% pada November – Desember 2025.
Zainuddin menambahkan, gedung baru tersebut sudah digunakan selama 1 semester. ” Sudah digunakan kemarin, dan mereka (Mahasiswa. Red) tinggal di Ma’had sudah satu semester tahun ajaran baru, dan mereka senang sekali karena pakai lif empat lantai, kantinnya, jadi ini pesantren yang beda dengan yang lain, ” ungkap Zainuddin kepada awak media.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa gedung baru dibangun terdapat Fakultas Saint Tec, F KIK, dan sebagian Fak Sikologi serta Fak Syariah. ” Kami berharap semuanya bisa pindah di sini semua. Harapannya dari kampus satu pindah ke sini semua, ” tambahnya.
Dari luas lahan 120 hektar baru 20 hektar dibangun, dan sisanya akan dibangun. Sehingga total anggaran diperkirakan mencapai 4 hingga 5 triliyun.
Beliau menegaskan, bahwa UIN Malang memiliki potensi kuat untuk menjadi model kampus Islam bertaraf internasional yang mampu mengintegrasikan ilmu dan nilai-nilai keislaman, menerapkan tata kelola progresif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga kerja sama ini terus berkembang pada fase-fase selanjutnya, baik dalam bidang infrastruktur, pengembangan akademik, maupun kolaborasi global,” tambahnya.
Peresmian gedung ini menjadi tonggak bersama menuju UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang lebih unggul, bereputasi internasional dan berdampak global.
(Ji)








