Kebakaran Gedung Terra Drone dan Jejak Bisnisnya
LINGKARMEDIA.COM – Kepolisian mengungkap update terakhir korban meninggal dunia akibat kebakaran di gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mencapai 22 orang.
“Pukul 17.00 WIB terakhir data korban sudah 22, di mana 7 orang laki-laki dan 15 orang perempuan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di lokasi, Selasa (9/12).

Reuters memberitakan bahwa gedung yang terbakar adalah kantor Terra Drone Indonesia, unit dari perusahaan Jepang Terra Drone Corporation. Perusahaan tersebut menyediakan drone untuk aktivitas survei udara dengan klien di sektor pertambangan hingga pertanian.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro juga mengatakan, kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat kebakaran terjadi, sebagian karyawan sedang berada di luar gedung untuk beristirahat dan makan siang. Namun, beberapa orang masih di dalam kantor saat kebakaran yang membuat para korban terjebak karena api melalap lantai satu gedung.
“Karyawan pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada di luar, sebagian lagi itu istirahat di lantai dua, tiga sampai lantai enam. Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, sehingga asap sampai naik ke lantai enam,” ujar Susatyo dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).
22 korban yang meninggal dunia itu telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Terra Drone merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan drone terbesar di dunia berbasis di Jepang. Melalui jaringan Mitra dan perusahaan grup, Terra Drone beroperasi di lebih dari 25 negara.
Terra Drone Indonesia aktif menggunakan teknologi drone untuk memetakan dan mengelola lahan perkebunan kelapa sawit, terutama di wilayah Sumatera. Aktivitas ini berada di bawah layanan “Terra Agri” yang mendukung pertanian presisi.
Pada tahun 2021, komitmen mereka terlihat jelas saat berkolaborasi dengan International Finance Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group.
Salah satu fokus utama layanan mereka adalah di sektor perkebunan, khususnya industri sawit Sumatera.
Terra Drone Indonesia aktif menggunakan teknologi drone untuk memetakan dan mengelola lahan perkebunan kelapa sawit, terutama di wilayah Sumatera. Aktivitas ini berada di bawah layanan “Terra Agri” yang mendukung pertanian presisi.
Pada tahun 2021, komitmen mereka terlihat jelas saat berkolaborasi dengan International Finance Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group.
Kolaborasi tersebut berupa studi bersama mengenai pemanfaatan teknologi drone dalam pemantauan petani kelapa sawit swadaya di Riau, pulau Sumatera.
Klien mereka di industri perkebunan pun tak main-main, termasuk Sinar Mas, PTPN 5, dan PTPN 6.
Layanan Terra Agri sendiri menawarkan beragam solusi drone, mulai dari Drone Sprayer, Drone Pemetaan, hingga Drone Inpeksi. Jejak kiprah perusahaan ini, termasuk dalam menangani industri sawit Sumatera, kini menjadi sorotan.
Penulis: Tim Respon Bencana
Editor: Ramses








