Hasilkan 200 Lebih Film, Anak Muda Asal Bojanegara Eksplorasi Dunia Sinematografi
LINGKARMEDIA.COM – Waktu itu wabah covid juga melanda desa Bojanegara. Karena dibatasi berkegiatan bahkan tidak bisa pergi ke sekolah, sekumpulan remaja di RW1 berinisiatif merekam keseharian mereka. Tak ada yang istimewa, sama seperti anak kampung di tempat lain. Bermodalkan HP mereka merekam kehidupan sehari hari dan menguploadnya ke Facebook dan YouTube. Dari sanalah kemudian ratusan film mereka produksi, menembus kreatifitas yang tak terbatas.
Saat ke sana, terlihat plank kecil bertuliskan Kampung Sinematografi. Ternyata itu Monumen kecil yang diresmikan Syamsudin, Pejabat Bupati Banjarnegara 12 Maret 2022. Sampai saat ini mereka telah memproduksi lebih kurang 200 film pendek dan memenangkan berbagai perlombaan dibidang perfiliman.

Ketika ditanya sejarah Kampung Sinematografi, Krisma Intan dan Nastasia Haryani, “Artis” film di desa Bojanegara bercerita dengan dengan antusias kepada LINGKAMEDIA.COM, “Waktu itu – Maret 2002 kami keluar dari ‘zona nyaman’, keluar dari kebosanan dan mencoba merekam keseharian kami saat Covid dengan Telepon genggam. Tayangan ini banyak ditonton walau tidak viral dan membuat anak lainnya ikut membuat postingan video yang beragam,” kenang Krisma.
“Saat itu ada salah satu dari kami yang punya fashion dan punya bakat editing dan videografi, nah dari situ akhirnya kami mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan videografi,” tambah Nastasia.
Dijelaskan, awalnya komunitas mereka bernama Ikatan Remaja Masjid Al-Hidayah Bojanegara tapi kemudian dirubah namanya menjadi IAA Project.
“Kami berawal dari komunitas remaja masjid dan rumah baca,” jelas Krisna lagi.
Saat ini komunitas film kampung ini beranggotakan 20 orang yang bercita-cita menjadikan Bojanegara menjadi Kampung Sinematografi. Kegiatan komunitas selain membuat film-film pendek juga fotografi, jurnalistik dan berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Sejumlah prestasi telah diraih oleh komunitas IAA Project ini, diantaranya:
– Juara I Lomba Video Pendek ”Jaga Tangga”, Kementerian Agama (2021). Produksi film ini berkolaborasi dengan MTs Negeri 2 Banjarnegara,
– Juara Terbaik Lomba Video Pendek ”Bangkit Meraih Mimpi” Perpustakaan Nasional tahun 2021,
– Juara Terbaik Lomba Cerita Impact dalam Rangka Peer Learning Meeting oleh Perpustakaan Nasional (2021),
– Juara 1 Lomba Success Story Penyuluh Pertanian yang diadakan oleh Museum Tanah dan Pertanian Kementerian Pertanian RI (2021),
– Juara Terbaik Literasi Vlog Challenge”Tekad” Perpustakaan Nasional (2021), Di event ini sempat diwawancarai Kristina Hakim secara daring karena masih Covid. Mereka berharap dapat kesempatan untuk bertemu artis senior tersebut suatu saat kelak.
– Juara 1 Lomba Video Pendek”Pelanggaran”Memperingati HUT Bhayangkara Ke-75 tingkat Kabupaten (2021),
– Juara 1 Lomba Video Pendek Peduli Keselamatan Lalu Lintas Satlantas Polres Banjarnegara (2021),
– Peserta Terbaik Festival Pemuda Desa di Lombok pada Februari 2022.
Dari awal terbentuk tahun 2002 sampai sekarang, 90 persen aktor dari Desa Bojanegoro ikut terlibat dalam proses produksi pembuatan film pendek.
Selain melibatkan warga Desa Bojanegoro, komunitas ini juga dijadikan tempat praktek belajar dari banyak sekolah di Jawa Tengah. Bahkan produksi film dari para pelajar itu telah ikut dalam berbagai festival film di daerah dan nasional.
Desa Bojanegara merupakan satu dari 1.965 Desa di 33 provinsi yang dibina oleh Rumah Zakat melalui optimalisasi dana Ziswaf dan CSR.
Pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi yaitu program penguatan masyarakat, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan bencana, dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri dengan menggabungkan kekuatan dan aset yang dimiliki, serta berkolaborasi dengan pihak lain terutama pemerintah desa.
Penulis: Tim Literasi Global
Editor: Ramses








