Forum Konsultasi Publik Bahas Rencana Awal RPJMD 2025-2030
Kota Batu, lingkarmedia.com – Menindaklanjuti hasil Musrenbang kecamatan yang telah berlangsung, Bapelitbangda Kota Batu menggelar rapat Forum Konsultasi Publik dalam rangka membahas Rancangan Awal RPJMD tahun 2025-2030 dan Rancangan Awal RKPD Kota Batu tahun 2026 yang diselenggarakan di Zamzam Hotel & Convention pada Rabu (5/3/2025) siang.
Hadir dalam forum konsultasi publik diantaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Kepala OPD, Kepala desa dan lurah serta Camat se Kota Batu, Ormas serta stakeholder lainnya.

Sebagai pembicara dalam acara tersebut dari Akademi Universitas Brawijaya Dwi Budi Santoso yang membawakan materi bertema Mewujudkan Mbatu SAE Menuju Generasi Emas 2045.
Dalam sambutannya, Plt. Bapelitbangda Kota Batu Drs. Eko Suhartono, MM menegaskan adanya kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam kurun waktu 6 bulan.
Eko mengatakan, ” sejak terpilihnya kepala daerah bapak Nurochman dan bapak Heli Suyanto, ada kewajiban bagi kepala daerah selama kurun waktu 6 bulan untuk menyusun RPJMD “.
Ditambahkannya, bahwa forum konsultasi publik merupakan satu rangkaian dalam penyusunan RPJMD yang merupakan dokumen penting bagi arah pembangunan Kota Batu.
Plt Bapelitbangda juga mengingatkan bahwa forum konsultasi publik merupakan forum yang sangat penting, ” hari ini adalah forum yang sangat berarti bagi kita semua, masukan-masukan apa sekiranya nanti pada waktu penyampaian kepada DPRD sudah ada perubahan “.
Hasil dari forum konsultasi publik ini akan dibawa dalam penyampaian rencana awal RPJMD dan RKPD pada 10 Maret mendatang, yang selanjutkan akan dibahas dalam rapat pembahasan rencana awal RJPMD dan RKPD di DPRD pada 24 dan 25 Maret.
” Setelah kita bahas dengan DPRD, berikutnya ada tahapan pada Minggu kedua bulan April harus kita konsultasikan RJPMD ke Gubernur. Sehingga harapan kita apa yang kita bahas di sini nyambung baik di tingkat provinsi maupun di tingkat pusat ,” ujar Eko Suhartono.
Sementara itu, Wali Kota Batu periode 2025-2030 Nurochman dalam sambutannya mengatakan, bahwa forum konsultasi publik merupakan bukti bahwa pemerintah membuka ruang partisipasi publik untuk merumuskan landasan kebijakan pembangunan 5 tahun ke depan.

Nurochman mengatakan, ” Ke depan bapelitbangda harus bisa melebarkan unsur elemen yang dilibatkan dalam proses konsultasi publik ini. Sehingga semakin banyak referensi yang disampaikan dalam forum seperti ini akan menambah produk kualitas. Inilah momentumnya kepala daerah dan wakil kepala daerah yang warga asli kota Batu untuk bisa menuangkan seluruh potensi dan gagasan bagaimana membangun mengangkat potensi yang ada di Kota Batu “.
Lebih lanjut, Nurochman menegaskan bahwa isu strategis yang dijadikan rujukan dalam penyusunan visi dan misi yang menjadi materi kampanye merupakan hasil potret langsung apa yang terjadi di masyarakat. ” Itu bukan terlalu tinggi, tapi itu faktanya persoalan -persoalan kita. Persoalan sampah, persoalan insentif ketua RW, kenapa itu kita jadikan perhatian kami karena instrumen terendah yang terlihat langsung bersentuhan dengan masyarakat dan pemerintah belum maksimal hadir memberikan apresiasi “.
(Ji)








