MBATU SAE Cup Jadi Ajang Pembinaan Bibit Futsal Usia Dini, 32 Tim SD-SMP Ramaikan Turnamen di Pujon

IMG_20260620_131429_copy_1244x667

LINGKARMEDIA.COM – Sebanyak 32 tim futsal dari kategori Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ambil bagian dalam turnamen MBATU SAE Cup yang digelar di lapangan Indonesian Soccer Centre (ISC) Pujon, Kabupaten Malang. Turnamen ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (18/6/2026) hingga babak final pada Sabtu (20/6/2026).

Kompetisi tersebut menjadi salah satu ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet futsal usia dini di wilayah Malang Raya. Dari total peserta, sebanyak 15 tim berasal dari kategori SMP, 10 tim dari kategori SD putra, dan 7 tim dari kategori SD putri.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/wawali-batu-dukung-sertipikasi-sumber-mata-air-dan-situs-budaya-untuk-cegah-konflik-sosial/

Ketua panitia pertandingan, Raka Prima Yan Saputra, mengatakan turnamen ini memiliki konsep yang berbeda dibanding kompetisi futsal lainnya. Menurutnya, MBATU SAE Cup lebih fokus memberikan ruang kepada pemain usia muda, khususnya di level bawah yang selama ini minim wadah kompetisi.

“Event ini memang berbeda karena kami fokus pada kategori SD dan SMP kelas bawah. Jarang sekali ada wadah untuk anak-anak seusia mereka. Selain itu, kami juga memperkenalkan tim MBATU SAE yang nantinya akan berlaga di Liga Nusantara. Kami berharap masyarakat bisa memberikan dukungan penuh,” ujar Raka saat ditemui di lokasi pertandingan.

Raka menjelaskan, selain sebagai ajang kompetisi, MBATU SAE Cup juga menjadi sarana promosi bagi lapangan baru ISC Pujon yang disebut memiliki standar nasional. Pemilihan lokasi di Kecamatan Pujon juga bukan tanpa alasan, mengingat hingga saat ini Kota Batu belum memiliki fasilitas lapangan futsal dengan standar serupa.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurutnya, keberadaan lapangan ISC Pujon dapat menjadi solusi sementara bagi perkembangan futsal di Kota Batu dan sekitarnya.

“Tujuan kami juga untuk mempromosikan lapangan baru yang sangat luar biasa ini. Asosiasi Futsal Kota Batu sangat mendukung. Harapannya kita bisa terus berkolaborasi agar fasilitas ini berkembang dan menjadi pusat kegiatan futsal,” tambahnya.

Turnamen ini diikuti tim-tim dari berbagai daerah di Malang Raya. Raka menilai antusiasme peserta cukup tinggi, mengingat futsal kini menjadi salah satu olahraga favorit di kalangan pelajar.

Ia berharap ke depan semakin banyak pihak, baik swasta maupun pemerhati olahraga, yang ikut terlibat dalam pembinaan futsal usia dini.

“Ekosistem futsal di Kota Batu masih perlu dijaga. Kompetisi seperti ini penting agar anak-anak punya panggung untuk berkembang. Kami membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam pembinaan futsal,” katanya.

Raka juga menyebut event ini merupakan bagian dari agenda Asosiasi Futsal Kota (AFK) Batu. Kebetulan, pemilik lapangan ISC Pujon juga merupakan manajer tim MBATU SAE, sehingga kolaborasi ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan futsal lokal.

Untuk kategori pertandingan sendiri, panitia menetapkan batasan usia yang cukup spesifik. Di kategori SMP, peserta berasal dari kelas 7 dengan kelahiran tahun 2012. Sementara kategori SD diperuntukkan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 dengan tahun kelahiran 2016.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Menurut Raka, turnamen ini juga menjadi ajang pemantauan bakat bagi tim MBATU SAE dan tim-tim futsal Kota Batu lainnya.

“Kami punya tim MBATU SAE yang akan berlaga di kompetisi Unggul Futsal Championship dan Liga Nusantara. Dari turnamen ini, kami bisa melihat potensi pemain muda untuk pembinaan jangka panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal Kota Batu, Fahresa Maulana, menegaskan bahwa MBATU SAE Cup merupakan bagian dari program kerja resmi AFK Batu dalam membangun sistem pembinaan futsal berjenjang.

Fahresa mengakui, Kota Batu masih memiliki keterbatasan sarana futsal yang memadai. Oleh sebab itu, kerja sama dengan ISC Pujon menjadi langkah strategis untuk sementara waktu.

“Di Batu kita belum punya lapangan standar. Alhamdulillah ada ISC Pujon yang bisa kita gunakan. Walaupun secara administratif masuk Kabupaten Malang, kami sepakat ini bisa menjadi trigger untuk perkembangan futsal Kota Batu ke depan,” ujar Fahresa.

Ia menambahkan, AFK Batu telah merancang program rutin dengan menggelar event futsal setiap bulan di ISC Pujon. Puncaknya, AFK berencana membuat Liga MBATU SAE khusus untuk kategori SD dan SMP se-Kota Batu.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Program tersebut diharapkan mampu menciptakan jenjang kompetisi yang lebih terstruktur, sekaligus menjadi persiapan menuju berbagai event besar seperti Liga Nusantara hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Menjelang Porprov X Jawa Timur 2027, AFK Batu juga mulai serius menyiapkan atlet-atlet potensial, khususnya di sektor putri yang dinilai memiliki peluang besar.

“Tim putri kita punya sejarah prestasi yang cukup bagus. Ini menjadi motivasi besar untuk kembali bersaing. Tentu tantangannya berat, apalagi menghadapi kota-kota besar seperti Surabaya. Tapi kami optimistis dengan persiapan yang matang,” pungkas Fahresa.

Melalui MBATU SAE Cup, AFK Batu berharap pembinaan futsal usia dini dapat berjalan lebih maksimal, sehingga mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang nantinya bisa mengharumkan nama Kota Batu di level regional maupun nasional.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses