Desa Tulungrejo, Upaya Melestarikan Budaya Asli Sebagai Kearifan Lokal
Kota Batu, lingkarmedia.com – Sebagai puncak dari rangkaian acara “Merti Bumi Tulungrejo”, digelar acara “Njenang Bareng”. Dengan mengangkat tema “Tulus Wigati Trustha Ing Widhi”, agenda ini digelar di lapangan Dusun Junggo Desa Tulungrejo kecamatan Bumiaji, Sabtu (26/7/2025) pagi.
Pada acara puncak yang diikuti 18 RW dari 5 Dusun diantaranya Dusun Gondang, Kekep, Gerdu, Junggo dan Wonorejo dimana masing-masing RW unjuk kebolehan dalam pembuatan jenang yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Ribuan warga baik dari luar ataupun Tulungrejo sendiri datang ikut memeriahkan event tahunan ini.

Bukan hanya digelar acara njenang bareng yang dilombakan, namun terdapat juga pentas seni dan budaya serta UMKM.
Kasiyani (40) salah satu warga dari RW 8 Dusun Junggo mengaku senang menyambut dengan digelarnya acara ini. “Saya senang sekali, dapat menghibur masyarakat dan mendapat kupon makan gratis”.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menyampaikan, acara puncak selamatan desa berjalan lancar.

“Alhamdulillah acara puncak selamatan desa ini berjalan lancar, semoga membawa berkah dan barokah bagi warga Tulungrejo”, ungkapnya.
Pembukaan acara njenang bareng sebagai acara puncak ini ditandai dengan penuangan gabah ke dalam lesung yang selanjutnya dilakukan penumbukan gabah.

Bukan hanya warga biasa yang merasakan terhibur dengan agenda ini, seorang pedagang minuman es Dawet, Supadi (68) warga Dusun Gondang RT 5 RW 1. Dirinya yang datang ke lokasi sejak pukul 08.00 mengutarakan apresiasinya terhadap Pemerintahan Desa Tulungrejo yang menggelar event ini.

Supadi saat ditemui awak media mengaku dengan adanya pagelaran njenang bareng ini dapat memberikan kesempatan penambahan pendapatan bagi pelaku UMKM. ” Saya senang bisa datang dan berdagang di sini, dengan acara ini banyak UMKM yang bisa mendagangkan dagangannya. Saya sangat berterima kasih sekali kepada pak kades yang memberikan kesempatan pada kami dalam acara ini”.
Seperti halnya pada tahun sebelumnya, Supadi berharap dagangannya bisa habis terjual. “Alhamdulillah pada tahun kemarin dagangan saya diborong, dan saat ini harapan saya bisa seperti kemarin”, ucapnya sambil tersenyum gembira.

Sementara itu, Arbai (60) Ketua RW 13 Dusun Wonorejo saat ditemui awak media mengungkapkan, “dengan njenang bareng ini kebersamaan terasa banget budaya guyub rukun antar warga”.
Arbai menambahkan, kegiatan yang dilakukan setiap dua tahunan ini masing-masing RW unjuk kebolehan dalam menampilkan konsepnya masing-masing. Dengan konsep ” Guyub Rukun dan Sejahtera” , dirinya mengatakan, “setiap masing-masing RW mempunyai konsep sendiri-sendiri untuk dilombakan”.

Meski mengaku pihaknya kurang dalam persiapan, Arbai tetap bangga dapat ikut memeriahkan dan mensukseskan acara njenang bareng. ” Yang terpenting ikut memeriahkan, bukan sekedar mengejar juaranya, tetapi rasa persatuan serta gotong royong masyarakat Tulungrejo itu yang paling penting”.
“Jujur saya bangga dengan kepemimpinan Pak Suliono, sebab beliau mengutamakan budaya lama untuk dipertahankan sekaligus dilestarikan”, ujar Arbai.
Pagelaran selamatan desa atau Merti Bumi Tulungrejo ini sendiri dilaksanakan secara bergilir yakni agenda Karnaval Budaya dan Njenang Bareng per dua tahun sekali. Dengan menampilkan budaya asli yang merupakan kearifan lokal, merupakan bentuk upaya Desa Tulungrejo dalam melestarikan dan mempertahankan budaya yang telah lama ada secara turun menurun.
(Ji)








