Dengan Konsep Bulu Bekti , Kelurahan Ngaglik Gelar Kenduri Agung
Kota Batu, – Sebagai bentuk wujud syukur terhadap tradisi leluhur yang masih terjaga di masyarakat. Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu Kota Batu menggelar Kenduri Agung di Pendopo Kelurahan yang diikuti ratusan warga hadir, pada Sabtu (2/1/2025) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.30 jam tersebut dihadiri beberapa tokoh masyarakat, Ketua RW, RT se Kelurahan Ngaglik, Kaban Kesbangpol, Danramil Batu, Kapolsek Batu, Camat Batu serta mantan lurah dan staf kelurahan.
Kenduri Agung diawali dengan prosesi penyerahan 20 tumpeng dari masing-masing RW maupun RT serta dari beberapa warga yang langsung diterima Lurah Ngaglik Rendra Ardinata menuju pendopo kelurahan.
Kepada awak media, usai acara Kenduri Agung Rendra Ardinata, S. Kom.,MMG.,M.AP mengatakan, ” ini merupakan rangkaian dari agenda selamatan desa warga kelurahan Ngaglik tahun 2025 “.

” Selamatan desa ini dilakukan setiap tahun, hal ini sebagai wujud mensyukuri apa yang telah di berikan oleh Tuhan kepada kita semuanya, ”Jelas Rendra.
Sebelumnya, menurut Lurah Ngaglik ini bahwa prosesi selamat desa sebelumnya diawali dengan kegiatan gugur gunung serta bersih-bersih makam, tempat ibadah, serta lingkungan dan dilanjut dengan acara Tahlil Akbar.
Arta Wijaya, salah satu anggota DPRD Kota Batu Fraksi Gerindra memberikan apresiasi pelaksanaan kenduri agung di wilayah dapil nya. Dirinya mengaku, memberikan perhatian utama terhadap kebudayaan selain ada program-program lain yang diperhatikan di Kelurahan Ngaglik.

” Kebudayaan itu yang utama, selain itu ada pengaspalan jalan, perbaikan gorong-gorong. Memang saya fokuskan ke Ngaglik dulu baru tempat yang lain, ada 6 program yang saya fokuskan untuk Kelurahan Ngaglik supaya lebih baik dari sebelumnya, ” ujar Arta.
Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Mat Berlin kepada awak media mengatakan, ” kenapa hal ini dilaksanakan, karena kita mengangkat tradisi lokal bahwa masyarakat pedesaan di Kota Batu ini ada masyarakat agraris, ada masyarakat hutan, ada masyarakat perkotaan dengan perdagangan. Di Kelurahan Ngaglik ini pelaksanan kenduri agung ini kita ambil konsep Bulu Bekti, karena masyarakat rata-rata bukan tidak ada lumbung padi tapi semua adalah pekerja pegawai “.

” Bagaimana mereka bersyukur selama satu tahun tidak ada bencana, pelayanan masyarakat bagus. Di sinilah rasa bersyukur dari hasil masyarakat kita kumpulkan dengan adanya kendurenan agung, ” tambah Mat Berlin.
(Ji)








