Bidik Rekor MURI, Siapkan 45.500 Gelas Dawet Ayu di Harlah Banjarnegara
LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara membidik rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dalam momen buka puasa bersama yang menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-455 Banjarnegara. Sebanyak 45.500 gelas Dawet Ayu disiapkan untuk diminum serentak pada 26 Februari 2026.
Angka 45.500 dipilih untuk merepresentasikan usia kabupaten yang kini genap 455 tahun. Ribuan peserta akan terlibat, tersebar di 20 kecamatan, dengan pusat kegiatan di Alun-Alun Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar mengejar capaian simbolik.
“Kita melibatkan seluruh pedagang dawet yang ada di Banjarnegara. Harapannya, Hari Jadi Banjarnegara ini juga meningkatkan promosi terhadap potensi lokal kita, yaitu Dawet Ayu Banjarnegara,” kata Amalia, Rabu (18/2/2026).
Konsep hari jadi tahun ini sengaja dibuat berbeda. Selain menjadi ajang kebersamaan saat Ramadan, kegiatan tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil, khususnya penjual dawet yang selama ini menjadi ikon kuliner daerah.
Pelaksanaan akan dilakukan secara hybrid. Peserta di kecamatan mengikuti dari wilayah masing-masing, sementara kegiatan utama dipusatkan di alun-alun dan terhubung melalui siaran langsung.
“Pelaksanaannya tetap di kecamatan-kecamatan masing-masing, nanti yang terpusat ada di Kabupaten Banjarnegara. Jadi, 45.500 ini kita kolaborasikan juga melalui daring,” ujarnya.
Panitia menyiapkan sistem live streaming untuk memastikan proses minum dawet serentak dapat diverifikasi tim MURI. Tayangan dari tiap kecamatan akan ditampilkan di layar besar di lokasi utama sebagai bukti keabsahan rekor.
Acara dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 hingga 18.30. Sambil menunggu azan Magrib, peserta akan diisi hiburan dan tausiah.
Jika target tercapai, Banjarnegara bukan hanya mencatatkan rekor baru, tetapi juga mempertegas Dawet Ayu sebagai identitas daerah yang dirayakan Bersama dari pedagang hingga pejabat.
Minuman Dawet Ayu Banjarnegara sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2024. Penetapan ini menunjukkan komitmen masyarakat Banjarnegara untuk melestarikan minuman khas mereka dan mengakui nilai budaya yang tinggi dari Dawet Ayu.
Dengan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Dawet Ayu Banjarnegara diharapkan dapat menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang dan mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan mengembangkan budaya lokal.
Penulis: Tim Literasi Global
Editor: Ramses








