Merasa Kompensasi Tak Sesuai, Sejumlah Warga Tutup Jalan
LINGKARMEDIA.COM – Sejumlah warga melakukan pemblokiran jalan di depan Balai Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, Selasa (30/12/2025) siang. Tindakan warga yang mayoritas ibu-ibu ini dipicu adanya armada truk tanah yang lewat untuk pengurukan di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang didapat di lokasi, aksi warga tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka atas tidak adanya sosialisasi jumlah kompensasi yang ditawarkan kepada warga terdampak, akibatnya beberapa armada dum truk yang akan menuju lokasi pengurukan terhenti.

Mahudi, Ketua RT 01/02 kepada awak media mengatakan,” janji ada sosialisasi hari ini, kompensasi berapa nanti akan dirembug. Dari warga sendiri toleran, tidak apa-apa yang penting ditepati. Soal nominal tidak muluk-muluk, saya hanya menjembatani warga”.
Dengan adanya aksi warga tersebut, mediasi antar warga dengan pihak pemilik proyek yang diwakili korlap diadakan di balai desa. Dalam mediasi tersebut Kepala Desa Sendang Sikucing, Harsoyo Budi Utomo sebagai penengah dengan disaksikan pihak Polsek Rowosari.

Ketua RT 03/02 Krajan Timur, Nastain kepada awak media mengaku wilayahnya merupakan yang terdampak adanya aktifitas pengurukan. “Yang dipertanyakan oleh warga ini terkait kompensasi. Warga belum bisa menerima dengan adanya kompensasi satu rumah dikasih seratus ribu”.
Meski demikian, Nastain mengatakan kompensasi kepada warga telah diberikan pada Senin (29/12/2025) malam. “Semalam sudah diberikan, tapi ada yang menerima dan ada yang tidak, kebanyakan menolak”.

“Keinginan masyarakat, kompensasinya lumrah lah, tidak seratus ribu. Kurang pas, karena warga tiap hari harus membersihkan rumah karena debu,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Sendang Sikucing, Andi Ariyanto. Dirinya mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan warga merupakan luapan kekecewaan atas nilai kompensasi yang diterima tidak sesuai.

“Yang dirasakan warga itu kekecewaan dari nilai kompensasi tidak sesuai, dari awal mereka berjalan sampai akhir tinggal dua hari selesai. Kalau bisa nilai kompensasi itu disesuaikan dengan kerugian warga yang terdampak. Jangan seenaknya saja para pengusaha kavling yang ada di Sendang Sikucing ini,” ungkap Andi Ariyanto.
Pada mediasi yang dilakukan sempat muncul ketegangan dari warga dipicu tawaran yang disampaikan Saeful Anwar selaku koordinator lapangan CV. JM. Pasalnya, tawaran senilai 100 ribu per rumah tidak ada kenaikan, hal ini tidak seperti yang diharapkan warga.
Meski demikian, ketegangan tersebut terselesaikan setelah pada akhirnya pihak warga menerima tawaran kompensasi tersebut meski ada beberapa warga belum bisa menerima.
Menanggapi keinginan warga terkait kompensasi, Saeful menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa memberikan berdasarkan kemampuan. “Kemarin hari Kamis (18/12), masyarakat yang di pinggir jalan ke rumah pak lurah untuk meminta kompensasi, soal kompensasi itu kan semampu kita, itu pun toh kita tidak akan membuat apa-apa, masih di pertanian. Dan kita memang menjanjikan hari Senin kita ngasih kompensasi karena lalu lalangnya armada, terus tadi Alhamdulillah disepakati oleh masyarakat bahwa kita sudah mau memberikan kompensasi dengan nominal sekian dan disepakati, sudah tidak ada masalah. Kalau nominal seikhlasnya kita, nanti kita rembukan lagi sama RT-RT sama mingkin warganya yang terdampak rembukan lagi enaknya berapa itu hanya dari hati ke hati saja. Alhamdulillah tadi dari semua warga yang datang 99 persen setuju, hanya orang satu yang gak setuju, dia mintanya kalau sudah selesai dibersihin saja jalannya”.
Penulis : Tim Keadilan Ekologi
Editor : Ramses








