Bencana di Banyumas, 17 Desa Terdampak Banjir, Longsor, dan Cuaca Ekstrem

IMG-20251112-WA0182

Banyumas, lingkarmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas sejak Selasa (11/11/2025) mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, tercatat 17 desa/kelurahan di 11 kecamatan terdampak.

Sekretaris BPBD Banyumas, Andi Risidianto, menjelaskan bahwa hingga Rabu (12/11/2025) pukul 09.15 WIB, pihaknya masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik bencana.

“Bencana yang terjadi paling banyak berupa banjir luapan dan tanah longsor akibat intensitas hujan tinggi. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan di lapangan,” kata Andi.

Update data BPBD, tercatat 9 titik banjir di antaranya melanda wilayah Sokanegara (Purwokerto Timur), Kembaran, Karanglewas Kidul, Karangsalam, Rejasari, Bantarsoka, Pasir Kidul, dan Nusadadi.

Banjir luapan dilaporkan terjadi di sembilan lokasi, meliputi:

1. Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur

2. Kelurahan Kembaran, Kecamatan Kembaran

3. Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas

4. Desa Karangwelas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat

5. Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng

6. Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat

7. Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat

8. Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat

9. Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh

Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut sempat tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter.

Sementara tanah longsor terjadi di Kaliwangi (Purwojati), Kalikesur (Kedungbanteng), Cikakak (Wangon), Watuagung (Tambak), dan Lumbir. Selain itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang dilaporkan melanda wilayah Purwodadi (Kembaran), Sokawera (Cilongok), dan Bogangin (Sumpiuh).

“Beberapa lokasi sudah mulai surut, tetapi kami tetap menyiagakan petugas karena masih ada potensi hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

BPBD Banyumas telah melakukan sejumlah langkah cepat, antara lain penyusunan rencana operasi, kaji cepat di lapangan, serta evakuasi dan penyelamatan warga terdampak.

Hingga Selasa malam, sebagian besar genangan air di wilayah Banyumas mulai surut. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan status siaga penuh mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD Banyumas juga mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng tebing, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor agar tetap waspada, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau aliran air tidak wajar.

Tim

Redaksi