Upaya Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial, Mabes Polri Hadirkan Desk Ketenagakerjaan

IMG-20250120-WA0217

Jakarta – Sebagai upaya penanganan permasalahan di bidang ketenagakerjaan yang kerap terjadi akibat adanya perselisihan antara buruh/pekerja dengan pengusaha, kini Mabes Polri menggelar acara Louncing Desk Ketenagakerjaan pada Senin (20/1/2025).

Louncing dihadiri beberapa pimpinan serikat buruh/pekerja, diantaranya Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, SE, Presiden FSPMI Riden HATAM AZIS, SH, Sekjend KSPSI AGN DR Ir H. Hermanto Achmad, SH, Wakil Presiden KSPSI AGN R. Abdullah, Wasekjen yang juga Wakil Ketua Tripnas Afif Johan ST SH MH, Wasekjen KSPSI AGN Akmani SE SH MH, Ketua Umum SP-IMPPI
W.A. William Yani Wea, SH MIP MAP.

Dengan hadirnya desk ketenagakerjaan ini, diharapkan dapat menjadi solusi atas sengketa antara perusahaan dan tenaga kerja, sekaligus mendukung daya saing industri nasional.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, desk baru ini hadir dapat menjadi wadah untuk menangani sengketa buruh dan ketenagakerjaan.

“Desk ketenagakerjaan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap permasalahan-permasalahan ketenegakerjaan yang tentunya selama ini selalu terjadi karena memang kondisi dan dinamika,” kata Listyo Sigit.

Dikatakannya, Polri sudah menyiapkan semua tahapannya untuk proses penyelesaian masalah ketenagakerjaan. “Melalui proses yang sudah kita siapkan tahapannya, dari tahapan laporan kemudian gelar, dilanjutkan dengan kegiatan mediasi dan jika pilihan penegakan hukum sebagai ultimum remedium,” jelasnya.

Kapolri menambahkan, desk ketenagakerjaan dapat menjadi saluran bagi kaum buruh/pekerja menyampaikan keluhan, serta dengan adanya desk baru tersebut dapat menjaga situasi terkendali dan kondusif.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap, dengan penyelesaian ini, buruh dan pengusaha  sama-sama dapat terlindungi.

Lebih lanjut Kapolri menyampaikan, Ke depan, dengan dukungan industrial yang baik Indonesia memiliki daya saing dengan industri-industri yang ada di luar negeri.

“Begitu juga kualitas-kualitas produksi kita mampu untuk mengisi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Desk ini harapannya juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi seperti yang dijadikan target oleh Bapak Presiden Prabowo,” tuturnya.

Sementara itu, Andi Gani Nena Wea, Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan mengapresiasi hadirnya desk ketenagakerjaan di Kepolisian Republik Indonesia.

“Terima kasih atas kepedulian Pak Kapolri terhadap permasalahan-permasalahan buruh selama ini,” ungkap Andi Gani dalam konferensi pers Launching Desk Ketenagakerjaan di Mabes Polri, Jakarta.

Andi Gani menilai, kaum buruh sering menjuluki Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan sebutan trouble shooter atau problem solving.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menjelaskan, bahwa Kapolri selalu menjadi jembatan dan pemecah masalah jika buruh ada masalah. Kapolri beserta jajaran Kepolisian terus membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan serikat buruh.

“Dengan tangan dingin pak Kapolri, berbagai masalah besar berhasil diselesaikan, termasuk upaya pengepungan Jakarta oleh 50 ribu buruh pada 24-25 November lalu yang akhirnya dapat diredam dengan damai,” ujar Andi Gani.

Ditambahkannya, desk ketenagakerjaan di lembaga Kepolisian ini merupakan satu-satunya di dunia. “Desk ketenagakerjaan di kepolisian ini merupakan satu-satunya didunia. Baru pertama kali dan ada di Indonesia “.

” Ke depannya, ada empat negara di Asia Tenggara mau datang dan belajar ke Indonesia terkait desk ketenagakerjaan di kepolisian ini. Yaitu, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, ” pungkasnya.

(Ant)