Karnaval Budaya Pada Selamatan Desa Beji ke-148, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Warga

IMG_20260808_195909

LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menggelar Karnaval Budaya sebagai agenda awal rangkaian Selamatan Desa Beji ke-148, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang digelar secara rutin setiap dua tahun sekali tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Beji.

Karnaval budaya menjadi salah satu bentuk perayaan sekaligus sarana bagi masyarakat untuk menampilkan beragam kreativitas dan potensi budaya yang berkembang di lingkungan desa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat gotong royong antar warga.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/karnaval-budaya-merti-desa-tulungrejo-warga-rayakan-satu-abad-selamatan-desa-dan-hut-ri-ke-81/

Pada pelaksanaan tahun ini, peserta karnaval berasal dari tiga dusun yang berada di Desa Beji, yakni Dusun Krajan Sae, Karang Jambe, dan Jamberejo. Ketiga dusun tersebut mencakup enam RW dan 24 RT yang turut ambil bagian dalam memeriahkan rangkaian Selamatan Desa Beji ke-148.

Beragam penampilan dan kreativitas warga menghiasi jalur yang dilalui peserta karnaval. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga dalam mempersiapkan berbagai atraksi dan penampilan yang ditampilkan sepanjang kegiatan.

Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, mengatakan Karnaval Budaya tidak hanya menjadi kegiatan hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan penting dalam menjaga serta mengangkat kebudayaan yang ada di Desa Beji.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurutnya, pelaksanaan karnaval juga menjadi wadah untuk menyatukan swadaya masyarakat. Melalui persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, warga dari berbagai wilayah dapat berinteraksi, bekerja sama dan membangun semangat kebersamaan.

“Kegiatan karnaval budaya ini memiliki maksud dan tujuan pertama untuk mengangkat budaya yang ada di Desa Beji. Selanjutnya untuk menyatukan swadaya di masyarakat, yang mana masyarakat ini bisa guyub rukun dan gotong royong bersama warga yang lain untuk mewujudkan kebersamaan, mewujudkan rasa syukur kita,” ungkap Deny Cahyono kepada awak media.

Ia berharap semangat kebersamaan yang muncul melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan masyarakat, tidak hanya selama rangkaian Selamatan Desa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Karnaval Budaya Desa Beji turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah. Di antaranya Camat Junrejo Parman, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto, S.Sos., M.M., serta anggota DPRD Kota Batu Agung Sugiyono.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang mengangkat potensi budaya lokal. Selain menjadi ruang ekspresi masyarakat, kegiatan seperti karnaval budaya juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata berbasis budaya di Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Desa Beji dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai penampilan yang ditampilkan dalam karnaval mayoritas merupakan hasil kreativitas masyarakat setempat.

“Melihat antusiasme dari masyarakat ini sangat luar biasa, terutama dari penampilannya yang mayoritas dari masyarakat di sekitar Beji,” kata Onny.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan budaya masih mendapatkan tempat penting di tengah masyarakat. Kreativitas warga yang ditampilkan dalam karnaval juga menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Selain aspek budaya, Onny juga menyoroti keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang jalur yang dilewati peserta karnaval. Kehadiran UMKM tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

Ia berharap kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Harapannya selain memperkenalkan budaya Kota Batu juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Onny menambahkan, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata memiliki perhatian terhadap berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan desa-desa di Kota Batu. Menurutnya, kegiatan seperti Karnaval Budaya Desa Beji memiliki potensi untuk menjadi agenda yang lebih terarah pada tahun mendatang.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Terlebih, sejumlah desa di Kota Batu juga memiliki tradisi dan kegiatan budaya masing-masing yang digelar secara berkala. Jika dikemas dan dipromosikan secara baik, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Batu.

“Kalau dari kita, salah satunya mengagendakan di tahun depan, kemudian membantu mempromosikan terkait kegiatan ini,” tambah Onny.

Dengan digelarnya Karnaval Budaya sebagai bagian awal rangkaian Selamatan Desa Beji ke-148, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Semangat guyub rukun dan gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Beji diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi dan membangun desa ke depan.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses