Kirab Tumpeng Warnai Selamatan Dusun Claket, Tradisi Syukur dan Gotong Royong Tetap Lestari
LINGKARMEDIA.COM – Suasana penuh semangat kebersamaan dan nuansa budaya lokal mewarnai gelaran pawai budaya dalam rangka selamatan Dusun Claket, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (25/6/2026) siang. Agenda tahunan ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, serta hasil bumi yang melimpah sepanjang tahun.

Tradisi selamatan dusun yang telah berlangsung turun-temurun tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Dusun Claket. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi simbol kuat kebersamaan warga yang selama ini terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Puncak acara ditandai dengan kirab budaya yang menampilkan sejumlah tumpeng hasil bumi atau yang biasa dikenal warga sebagai Kirab Tumpeng. Tumpeng-tumpeng tersebut dibuat secara gotong royong oleh warga dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti sayuran, buah-buahan, dan berbagai komoditas khas pegunungan.
Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, hasil bumi yang diarak dalam kirab menjadi simbol rasa syukur atas kesuburan tanah dan berkah panen yang diberikan sepanjang tahun.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Kirab budaya itu berlangsung meriah dengan diikuti berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu PKK, hingga anak-anak turut ambil bagian dalam prosesi yang berjalan menyusuri jalan-jalan utama dusun. Warga tampak antusias menyaksikan jalannya kirab, bahkan banyak yang turut mengabadikan momen tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Gunungsari beserta jajaran pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW, Kepala Dusun Claket, serta para pengurus PKK.
Kepala Dusun Claket, Dani, mengatakan bahwa Kirab Tumpeng bukan sekadar agenda budaya biasa, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi masyarakat setempat.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Menurutnya, tradisi ini merupakan manifestasi rasa syukur warga RW 09 atas segala berkah yang telah diberikan Tuhan, mulai dari kesehatan, keselamatan, hingga hasil bumi yang melimpah.
“Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan setiap tahun. Ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud penghayatan kami terhadap nikmat yang telah diberikan. Kami berharap ke depan, warga masyarakat yang sudah kompak dan guyub rukun ini dapat semakin meningkatkan semangat gotong royongnya. Kebersamaan ini adalah modal sosial yang sangat berharga,” ujar Dani.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang tumbuh dalam tradisi ini menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
Tidak hanya itu, tradisi seperti Kirab Tumpeng juga dinilai menjadi media pembelajaran bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budaya dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo, menegaskan bahwa tradisi selamatan dusun merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, ritual ini adalah bentuk penghormatan masyarakat terhadap Tuhan, alam, dan para leluhur.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Ia menjelaskan, sebelum kirab dimulai, warga biasanya mengawali dengan doa bersama di sejumlah titik penting di Dusun Claket, termasuk berziarah ke makam leluhur dan mendatangi sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Ucapan rasa syukur ini biasanya diawali dengan doa bersama di berbagai titik penting di Dusun Claket, termasuk ke leluhur yang telah mendahului kita dan ke sumber mata air yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap alam dan sejarah,” kata Andi.
Menurutnya, tradisi semacam ini memiliki nilai filosofi yang sangat kuat, terutama dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Andi berharap kegiatan budaya lokal seperti selamatan dusun dan Kirab Tumpeng dapat terus berkembang serta menjadi daya tarik budaya di Kota Batu. Ia menilai pelestarian tradisi sangat penting di tengah derasnya perkembangan teknologi dan modernisasi.
“Kami berharap ke depan kegiatan budaya seperti ini tetap dilestarikan, lebih maju, dan berkembang lagi. Budaya merupakan jati diri sebuah bangsa yang harus dipertahankan di tengah derasnya perubahan teknologi saat ini,” pungkasnya.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








