Gempa Beruntun Guncang Venezuela, Korban Diperkirakan Tembus 100 Ribu Jiwa

IMG_20260625_193809

LINGKARMEDIA.COM – Dua gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah utara dan tengah Venezuela pada Rabu sore waktu setempat, menyebabkan kepanikan massal, runtuhnya sejumlah bangunan, hingga ancaman korban jiwa dalam jumlah besar pada Rabu malam waktu setempat atau (24/6/2026).

Menurut laporan  (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,1 terjadi di kedalaman 13 kilometer dengan pusat gempa berada di sebelah barat kota Valencia. Hanya sekitar satu menit kemudian, gempa susulan yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/pm-inggris-keir-starmer-nyatakan-mundur-dari-jabatan-perdana-menteri/

Gempa kedua berpusat di sekitar wilayah Morón dan Yumare, kawasan strategis yang menjadi pusat beberapa kilang minyak terbesar di negara tersebut.

USGS memperkirakan dampak bencana ini berpotensi sangat besar, dengan estimasi korban tewas berkisar antara 10 ribu hingga 100 ribu jiwa.

“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini diperkirakan akan meluas,” tulis USGS dalam laporan awalnya.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Guncangan hebat tersebut terjadi ketika sebagian besar warga Venezuela tengah berada di rumah untuk merayakan hari libur nasional yang memperingati kemenangan militer tahun 1821. Suasana perayaan seketika berubah menjadi kepanikan ketika bangunan mulai bergoyang keras.

Di ibu kota Caracas, ribuan warga berhamburan keluar rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri. Banyak di antaranya mengungsi ke jalan-jalan terbuka, taman kota, hingga lapangan umum.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Seorang warga lanjut usia bernama Maria Romero (80), yang tinggal di selatan Caracas, mengatakan gempa kali ini terasa jauh lebih mengerikan dibanding gempa besar yang pernah terjadi pada 1967.

“Gempa bumi ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa tahun 1967,” ujarnya usai dievakuasi polisi.

Rekaman video yang beredar dan telah diverifikasi menunjukkan sejumlah bangunan di Caracas runtuh sebagian maupun total. Fasad gedung pecah, jalan dipenuhi puing-puing, dan debu tebal menyelimuti beberapa kawasan padat penduduk.

Selain kerusakan fisik, gempa juga memicu gangguan besar terhadap infrastruktur vital. Jaringan listrik dan koneksi internet dilaporkan sempat lumpuh di berbagai titik di ibu kota.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Di Valencia, kondisi tidak kalah mengkhawatirkan. Sejumlah rumah dilaporkan retak parah, dinding roboh, dan beberapa bangunan bertingkat mengalami kerusakan struktural.

“Dinding rumah kami jebol dan penuh retakan. Begitu guncangan berhenti, saya dan suami langsung keluar dan mengungsi,” kata salah satu warga setempat.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, , mengonfirmasi bahwa kawasan Altamira di Caracas menjadi salah satu titik terparah, dengan banyak rumah dan gedung yang ambruk.

Ia meminta masyarakat tetap berada di luar ruangan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

“Kami memahami kepanikan yang terjadi, tetapi semua prosedur penyelamatan telah diaktifkan untuk membantu warga yang membutuhkan,” kata Cabello dalam siaran televisi nasional.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Ia juga mengimbau warga untuk memastikan keselamatan anak-anak dan lansia serta terus berkomunikasi dengan keluarga masing-masing.

Sementara itu, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami berbahaya dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa. Wilayah yang sempat masuk zona waspada meliputi  dan Kepulauan Virgin.

Namun beberapa jam kemudian, peringatan tsunami tersebut resmi dicabut setelah hasil pemantauan menunjukkan ancaman gelombang besar telah mereda.

Di sektor energi, gempa ini juga menimbulkan kekhawatiran besar karena Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Sejumlah fasilitas minyak utama, termasuk di Morón, , dan Orinoco Belt, dilaporkan masih dalam tahap evaluasi.

Kilang minyak El Palito di Morón disebut tidak mengalami kerusakan fisik yang signifikan, namun ancaman pemadaman listrik memaksa operator mempertimbangkan penghentian sementara aktivitas produksi.

Perusahaan energi global seperti  yang memiliki proyek gas di Venezuela memastikan seluruh karyawannya dalam kondisi selamat.

Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa jika pemadaman listrik berlangsung lama, produksi minyak mentah Venezuela bisa terganggu secara signifikan.

Bencana ini menjadi salah satu gempa terbesar yang melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah kini tengah fokus pada operasi pencarian dan penyelamatan, sementara tim medis darurat dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak.

Hingga kini, jumlah pasti korban jiwa dan kerusakan masih terus didata. Namun skala kehancuran yang terlihat di lapangan menunjukkan bahwa Venezuela tengah menghadapi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah modernnya.

 

Penulis: Ramses

Editor: Samsu