Anggaran APBN Rp100 Miliar Untuk Bantuan 1.098 Sapi Kurban Idul Adha 2026

IMG_20260527_140850

LINGKARMEDIA.COM — Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Program bantuan kemasyarakatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: https://lingkarmedia.com/eks-karyawan-harian-metro-24-ancam-laporkan-dugaan-phk-sepihak-ke-disnaker-medan/

Juri menjelaskan bahwa pengadaan sapi kurban presiden tahun ini dilakukan melalui anggaran bantuan kemasyarakatan presiden. Menurutnya, total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp100 miliar karena harga sapi di setiap daerah berbeda-beda, tergantung bobot dan lokasi pengadaan.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” ujar Juri.

Program bantuan sapi kurban Presiden Prabowo pada tahun ini menjangkau seluruh wilayah administrasi di Indonesia, mulai dari 38 provinsi hingga 514 kabupaten dan kota. Pemerintah memastikan distribusi hewan kurban dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Dari total 1.098 ekor sapi, sebanyak 598 sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Sementara 500 sapi lainnya disalurkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” kata Juri.

Meski demikian, jumlah sapi yang disalurkan tercatat lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima. Kondisi tersebut terjadi karena ada sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang telah ditetapkan Presiden Prabowo.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Juri mengungkapkan bahwa standar sapi kurban presiden tahun ini memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Namun, terdapat sekitar 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran tersebut. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mendatangkan sapi tambahan dari wilayah lain sehingga ada daerah yang menerima dua ekor sapi.

“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” jelasnya.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Pemerintah juga memastikan seluruh sapi kurban yang didistribusikan memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Sapi-sapi tersebut dipilih dari berbagai jenis unggulan dan premium yang banyak dibudidayakan peternak Indonesia.

 

Beberapa jenis sapi yang digunakan dalam program kurban presiden antara lain sapi Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali. Seluruh sapi dipastikan memiliki bobot di atas 800 kilogram serta telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan dari otoritas terkait.

 

Selain sehat, sapi-sapi tersebut juga dipastikan layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam. Pemerintah memastikan usia sapi telah memenuhi ketentuan, yakni di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, serta tidak memiliki cacat fisik.

 

“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terang Juri.

 

Dalam proses pengadaan hewan kurban, pemerintah turut melibatkan peternak lokal dari berbagai daerah. Pengadaan sapi dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI).

 

Pelibatan peternak lokal dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan sektor peternakan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Pemerintah berharap momentum Iduladha dapat menjadi penggerak ekonomi bagi para peternak di daerah.

 

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” katanya.

 

Program bantuan sapi kurban presiden selama ini memang menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam momentum hari besar keagamaan. Selain sebagai simbol kepedulian sosial, distribusi hewan kurban juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga.

 

Juri menambahkan Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar penyaluran sapi kurban benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan di setiap daerah.

 

“Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” ujarnya.

 

Dengan jumlah distribusi yang mencapai lebih dari seribu ekor sapi, program kurban presiden tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat dalam perayaan Iduladha, tetapi juga menjadi stimulus positif bagi sektor peternakan nasional yang melibatkan ribuan peternak lokal di seluruh Indonesia.menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Program bantuan kemasyarakatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Juri menjelaskan bahwa pengadaan sapi kurban presiden tahun ini dilakukan melalui anggaran bantuan kemasyarakatan presiden. Menurutnya, total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp100 miliar karena harga sapi di setiap daerah berbeda-beda, tergantung bobot dan lokasi pengadaan.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” ujar Juri.

Program bantuan sapi kurban Presiden Prabowo pada tahun ini menjangkau seluruh wilayah administrasi di Indonesia, mulai dari 38 provinsi hingga 514 kabupaten dan kota. Pemerintah memastikan distribusi hewan kurban dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Dari total 1.098 ekor sapi, sebanyak 598 sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Sementara 500 sapi lainnya disalurkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” kata Juri.

Meski demikian, jumlah sapi yang disalurkan tercatat lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima. Kondisi tersebut terjadi karena ada sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang telah ditetapkan Presiden Prabowo.

Juri mengungkapkan bahwa standar sapi kurban presiden tahun ini memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Namun, terdapat sekitar 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran tersebut. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mendatangkan sapi tambahan dari wilayah lain sehingga ada daerah yang menerima dua ekor sapi.

“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan seluruh sapi kurban yang didistribusikan memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Sapi-sapi tersebut dipilih dari berbagai jenis unggulan dan premium yang banyak dibudidayakan peternak Indonesia.

Beberapa jenis sapi yang digunakan dalam program kurban presiden antara lain sapi Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali. Seluruh sapi dipastikan memiliki bobot di atas 800 kilogram serta telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan dari otoritas terkait.

Selain sehat, sapi-sapi tersebut juga dipastikan layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam. Pemerintah memastikan usia sapi telah memenuhi ketentuan, yakni di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, serta tidak memiliki cacat fisik.

“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terang Juri.

Dalam proses pengadaan hewan kurban, pemerintah turut melibatkan peternak lokal dari berbagai daerah. Pengadaan sapi dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI).

Pelibatan peternak lokal dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan sektor peternakan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Pemerintah berharap momentum Iduladha dapat menjadi penggerak ekonomi bagi para peternak di daerah.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” katanya.

Program bantuan sapi kurban presiden selama ini memang menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam momentum hari besar keagamaan. Selain sebagai simbol kepedulian sosial, distribusi hewan kurban juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga.

Juri menambahkan Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar penyaluran sapi kurban benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan di setiap daerah.

“Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Dengan jumlah distribusi yang mencapai lebih dari seribu ekor sapi, program kurban presiden tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat dalam perayaan Iduladha, tetapi juga menjadi stimulus positif bagi sektor peternakan nasional yang melibatkan ribuan peternak lokal di seluruh Indonesia.

 

Penulis: Panji

Editor: Ramses