Pemerintah Batalkan Wacana Sekolah Daring

40Sekolah_daring_antara

LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah batal menerapkan siswa belajar secara daring sebagai bagian strategi efesiensi energi dan pembelajaran akan tetap dilakukan secara tatap muka.

Keputusan ini, menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, diambil setelah koordinasi lintas kementerian dengan mempertimbangkan dampak langsung terhadap proses belajar.

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno, Rabu (25/3/2026).

Kekuatiran terjadinya learning loss merujuk pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan atau kemunduran capaian akademik siswa akibat terganggunya proses belajar.

Sebelumnya, sesuai arahan Prabowo Subianto, opsi pembelajaran daring sempat dibahas dalam konteks penghematan energi di sektor publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan layanan umum terkait efisiensi di tengah tekanan pasokan energi global.

Salah satu skenario yang muncul adalah penerapan pembelajaran jarak jauh atau model hybrid yang menggabungkan tatap muka dan daring. Namun, opsi tersebut dinilai belum mendesak untuk diterapkan di sektor pendidikan.

“Koordinasi lintas-kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” ujar Pratikno.

Sementara, wacana pembelajaran daring mendapat penolakan dari DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam dengan mempertimbangkan pengalaman saat pandemi COVID-19.

“Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” kata Esti.

Esti menyoroti sejumlah dampak yang muncul, mulai dari kesulitan siswa dalam menyerap materi, penurunan kedisiplinan, hingga kendala akses teknologi.

Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga dinilai berdampak pada aspek non-akademik, seperti pembentukan karakter, kondisi psikologis, hingga kesehatan fisik siswa.

“Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter,” ujarnya.

Menurut Esti, dampak learning loss yang terjadi selama pandemi menjadi pelajaran penting agar kebijakan serupa tidak diambil tanpa pertimbangan matang.

Ia mendorong pemerintah mencari alternatif lain dalam merespons tekanan global, tanpa mengorbankan proses pendidikan.

“Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia,” kata Esti.

 

Penulis : Tim Education Care

Editor : Panji